Puasa Muharram 2026: Jadwal, Niat, dan Keutamaannya

Puasa Muharram
Puasa Muharram 2026: Jadwal, Niat, dan Keutamaannya. (Foto: iStock)

BOGORTODAY.COM – Bulan Muharram merupakan salah satu bulan yang dimuliakan dalam Islam sekaligus menjadi penanda dimulainya Tahun Baru Hijriah. Datangnya bulan ini sering dijadikan momentum bagi umat Islam untuk meningkatkan kualitas ibadah, memperbaiki diri, dan membiasakan amalan-amalan yang bernilai pahala.

Salah satu ibadah sunnah yang dianjurkan pada bulan Muharram adalah berpuasa. Keutamaan puasa di bulan ini disebutkan dalam hadis Nabi Muhammad SAW yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah RA:

Puasa yang paling utama setelah puasa Ramadan adalah puasa pada bulan Allah, yaitu Muharram. Sedangkan salat yang paling utama setelah salat wajib adalah salat malam.” (HR. Muslim)

Hadis tersebut menunjukkan bahwa bulan Muharram memiliki kedudukan istimewa sehingga sangat dianjurkan untuk memperbanyak ibadah, termasuk puasa sunnah.

Puasa 1 Muharram 2026

Sebagian umat Islam memilih untuk mengawali tahun baru Hijriah dengan berpuasa pada tanggal 1 Muharram. Meskipun demikian, tidak terdapat dalil khusus yang menetapkan keutamaan tersendiri bagi puasa tepat pada tanggal tersebut.

Oleh karena itu, puasa 1 Muharram termasuk dalam kategori puasa sunnah mutlak yang boleh dilaksanakan sebagai bentuk ibadah dan pendekatan diri kepada Allah SWT.

Berdasarkan kalender Hijriah tahun 1448 H, tanggal 1 Muharram bertepatan dengan Selasa, 16 Juni 2026. Dengan demikian, umat Islam yang ingin melaksanakan puasa 1 Muharram dapat melakukannya pada hari tersebut.

Niat Puasa 1 Muharram

نَوَيْتُ صَوْمَ الْمُحَرَّمِ لِلّٰهِ تَعَالَى

BACA JUGA :  Jangan Sembarangan, Ini 4 Jenis Barang yang Sebaiknya Tidak Disimpan di Kolong Tempat Tidur

Nawaitu shaumal Muharrami lillahi ta’ala.

Artinya: “Saya berniat puasa Muharram karena Allah Ta’ala.”

Puasa Tasu’a dan Asyura

Selain puasa sunnah umum di bulan Muharram, terdapat dua puasa yang sangat dianjurkan, yaitu puasa Tasu’a pada tanggal 9 Muharram dan puasa Asyura pada tanggal 10 Muharram.

Anjuran tersebut berasal dari hadis yang diriwayatkan Ibnu Abbas RA. Ketika Rasulullah SAW berpuasa pada hari Asyura dan memerintahkan para sahabat untuk berpuasa, sebagian sahabat menyampaikan bahwa hari tersebut juga diagungkan oleh kaum Yahudi dan Nasrani.

Rasulullah SAW kemudian bersabda bahwa apabila masih hidup pada tahun berikutnya, beliau akan berpuasa pada tanggal 9 Muharram pula. Namun sebelum tahun berikutnya tiba, beliau telah wafat.

Para ulama menjelaskan bahwa berpuasa pada tanggal 9 Muharram bertujuan untuk membedakan amalan umat Islam dari kebiasaan kaum Yahudi yang hanya berpuasa pada tanggal 10 Muharram.

Tingkatan Puasa Asyura

Menurut penjelasan para ulama, puasa Asyura memiliki beberapa tingkatan pelaksanaan, yaitu:

  1. Tingkatan paling utama: berpuasa pada tanggal 9, 10, dan 11 Muharram.
  2. Tingkatan berikutnya: berpuasa pada tanggal 9 dan 10 Muharram.
  3. Tingkatan paling ringan: berpuasa pada tanggal 10 Muharram saja.

Keutamaan Puasa Asyura

Puasa Asyura memiliki keutamaan yang sangat besar. Dalam hadis yang diriwayatkan oleh Abu Qatadah RA, Rasulullah SAW menjelaskan bahwa puasa Asyura menjadi sebab dihapuskannya dosa-dosa kecil selama satu tahun yang telah berlalu.

BACA JUGA :  Ketua DPRD Kabupaten Bogor Sastra Winara Meriahkan Turnamen Biliar Bupati Cup 2026

Puasa Asyura menghapus dosa setahun yang lalu.” (HR. Muslim)

Keutamaan inilah yang membuat puasa Asyura menjadi salah satu puasa sunnah yang sangat dianjurkan bagi umat Islam.

Jadwal Puasa Muharram 2026

Berdasarkan kalender Hijriah 1448 H, jadwal puasa sunnah Muharram tahun 2026 adalah sebagai berikut:

Jenis PuasaTanggal HijriahTanggal Masehi
Puasa 1 Muharram1 Muharram 1448 H16 Juni 2026
Puasa Tasu’a9 Muharram 1448 H24 Juni 2026
Puasa Asyura10 Muharram 1448 H25 Juni 2026

Niat Puasa Tasu’a

نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ سُنَّةِ التَّاسُوعَاء لِلّٰهِ تَعَالَى

Nawaitu shauma ghadin ‘an adâ’i sunnatit Tasû’â lillâhi ta’âlâ.

Artinya: “Aku berniat puasa sunnah Tasu’a esok hari karena Allah SWT.”

Niat Puasa Asyura

نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ سُنَّةِ عَاشُورَاء لِلّٰهِ تَعَالَى

Nawaitu shauma ghadin ‘an adâ’i sunnatil ‘Âsyûrâ lillâhi ta’âlâ.

Artinya: “Aku berniat puasa sunnah Asyura esok hari karena Allah SWT.”

Bulan Muharram menjadi kesempatan berharga bagi umat Islam untuk memperbanyak amal saleh dan meningkatkan ketakwaan.

Selain puasa sunnah yang dapat dilakukan sepanjang bulan Muharram, puasa Tasu’a dan Asyura memiliki keutamaan yang sangat besar sebagaimana dijelaskan dalam hadis-hadis Rasulullah SAW. Dengan memahami jadwal, tata cara, dan keutamaannya, diharapkan umat Islam dapat menyambut tahun baru Hijriah dengan semangat ibadah yang lebih baik.

Bagi Halaman

Editor : Gistin Illiyin

Sumber : Detik.com

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================