Mengapa Dajjal Tidak Disebutkan Secara Langsung dalam Al-Qur’an?

Dajjal
Ilustrasi Al-Qur'an. (Foto: iStock)

BOGORTODAY.COM Dajjal merupakan salah satu tanda besar datangnya hari kiamat yang banyak disebut dalam hadis-hadis Nabi Muhammad SAW. Sosok ini dikenal sebagai pembawa fitnah terbesar yang akan muncul menjelang akhir zaman dan menyesatkan banyak manusia dengan berbagai kemampuan luar biasa yang tampak di luar nalar.

Rasulullah SAW bahkan mengingatkan umatnya tentang besarnya bahaya fitnah Dajjal. Dalam sebuah hadis riwayat Muslim disebutkan bahwa tidak ada fitnah yang lebih besar sejak Nabi Adam AS diciptakan hingga terjadinya kiamat selain fitnah Dajjal. Karena itu, para nabi dan rasul selalu memperingatkan umat mereka mengenai kemunculannya.

Namun, muncul pertanyaan yang sering dibahas oleh para ulama: jika Dajjal memiliki peran besar dalam peristiwa akhir zaman, mengapa namanya tidak disebutkan secara tegas dalam Al-Qur’an?

BACA JUGA :  Mitra MBG Tuntut Kepala BGN Baru Perkuat Regulasi dan Tata Kelola

Dajjal Tidak Disebut Secara Eksplisit

Para ulama menjelaskan bahwa tidak disebutkannya nama Dajjal secara langsung dalam Al-Qur’an merupakan bentuk penghinaan terhadap dirinya. Dajjal adalah manusia yang kelak mengaku sebagai tuhan dan menyesatkan manusia dengan berbagai tipu daya. Oleh karena itu, kedudukannya dianggap sangat hina di sisi Allah SWT sehingga namanya tidak diabadikan secara terang-terangan dalam Al-Qur’an.

Dalam sejumlah penjelasan ulama, disebutkan bahwa Allah SWT tidak memberikan kehormatan kepada Dajjal dengan menyebut namanya secara langsung. Meskipun demikian, informasi mengenai dirinya tetap disampaikan melalui hadis-hadis Nabi Muhammad SAW yang menjelaskan ciri-ciri, perilaku, serta bahaya fitnah yang akan dibawanya.

BACA JUGA :  Bangunan Cagar Budaya Denkesyah Bogor Mulai Direstorasi Pasca-Kebakaran, Pemkot Kucurkan Rp3,7 Miliar

Mengapa Firaun Disebutkan dalam Al-Qur’an?

Sebagian orang membandingkan Dajjal dengan Firaun karena keduanya sama-sama mengklaim memiliki kedudukan ketuhanan. Namun, Firaun justru disebutkan secara jelas dalam Al-Qur’an.

Para ahli tafsir menerangkan bahwa kisah Firaun dicantumkan karena peristiwa tersebut telah terjadi dan menjadi pelajaran penting bagi umat manusia. Kesombongan, kezaliman, dan pengakuannya sebagai tuhan dijadikan contoh nyata tentang akibat buruk dari penolakan terhadap kebenaran.

Editor : Gistin Illiyin

Sumber : Detik.com

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================