
Hamka mendesak agar pemerintah segera merampungkan peta jalan (roadmap) penanganan perlintasan sebidang ini untuk lima tahun ke depan.
”Persoalan perlintasan sebidang ini taruhannya nyawa. Kita tidak ingin kecelakaan fatal terulang kembali. Semua harus berjalan terprogram dan terukur,” jelasnya.
Hamka menyebutkan bahwa Kota Bogor dipastikan menjadi salah satu wilayah prioritas utama dalam proyek pengamanan ini. Salah satu titik yang akan segera diperbaiki dan ditingkatkan fasilitasnya adalah perlintasan sebidang di kawasan Batutulis, disusul dengan pembangunan beberapa flyover dan underpass baru di titik rawan lainnya.
”Bogor memang prioritas pertama karena kesiapan anggarannya. Namun, kita juga bicara secara umum di seluruh wilayah Republik Indonesia, khususnya Pulau Jawa yang dilintasi jalur kereta api padat. Semua harus dituntaskan,” imbuh Hamka.
Di sisi lain, Komisi V DPR menyambut baik laporan dari Dirjen Perkeretaapian terkait langkah PT KAI yang terus merekrut petugas untuk menjaga perlintasan sebidang. Kendati demikian, Hamka mengingatkan bahwa penjagaan manusia hanya solusi sementara.
“Kadangkala, sudah dijaga saja masih bisa terjadi kecelakaan, apalagi kalau dibiarkan kosong tanpa penjagaan. Maka dari itu, solusi permanennya adalah memisahkan jalur lewat underpass atau flyover. Jika itu sudah terbangun, otomatis tidak memerlukan penjagaan lagi,” pungkasnya.
Wartawan : Aditya Nugraha
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================














