
Sebanyak 21 kepala perangkat daerah akan turun langsung ke sekolah-sekolah untuk memimpin apel sekaligus memberikan edukasi mengenai berbagai isu strategis, seperti bahaya narkoba, penyalahgunaan obat-obatan, penguatan karakter, etika pergaulan, serta pembinaan moral generasi muda.
Menurutnya, .ereka berharap adanya langkah konkret dan berkelanjutan dari pemerintah daerah dalam memperkuat upaya pencegahan melalui edukasi, pembinaan, dan penguatan nilai-nilai keagamaan.
“Edukasi harus dilakukan secara masif dan berkelanjutan. Pemerintah Kabupaten Bogor akan mengoptimalkan program Go to School dan memperkuat kolaborasi bersama Forkopimda serta lembaga keagamaan agar pesan-pesan pencegahan dapat menjangkau lebih luas,” jelasnya.
Menurut Ajat, peran pondok pesantren, masjid, sekolah, keluarga, dan lingkungan masyarakat sangat penting dalam membangun ketahanan sosial serta membentuk karakter generasi muda yang berakhlak dan berdaya saing.
“Melalui kolaborasi seluruh elemen, kami berharap langkah-langkah pencegahan dapat semakin efektif sehingga generasi muda Kabupaten Bogor terlindungi dari berbagai pengaruh negatif yang dapat menghambat masa depan mereka,” pungkas Ajat.
Dalam audiensi tersebut, para ulama, kiai, pimpinan pondok pesantren, dan pengurus DKM menyampaikan aspirasi terkait berbagai fenomena sosial yang berkembang di masyarakat, termasuk perilaku menyimpang yang dinilai dapat memengaruhi masa depan generasi muda.
Pada kesempatan tersebut, Sekda Kabupaten Bogor didampingi Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bogor, Ketua Baznas Kabupaten Bogor, Ketua KPAD Kabupaten Bogor, perwakilan Polres Bogor, perwakilan Kodim 0621/Kabupaten Bogor, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor, perwakilan Dinas Kesehatan, perwakilan DP3AP2KB Kabupaten Bogor, serta Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat .
Editor : Gistin Illiyin
Sumber : Diskominfo Kabupaten Bogor
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















