
Selain itu, perempuan yang sedang mengalami gejala seperti pusing, tubuh terasa lemah, mudah lelah, atau tidak fit selama menstruasi disarankan menunda donor hingga kondisi kesehatannya membaik.
Cara Menjaga Tubuh Tetap Siap untuk Donor
Agar kadar hemoglobin tetap optimal, calon pendonor dianjurkan mengonsumsi makanan yang kaya zat besi. Nutrisi tersebut dapat diperoleh dari berbagai sumber makanan seperti daging merah, hati, ikan, sayuran hijau, kacang-kacangan, tahu, serta biji-bijian yang diperkaya zat besi.
Selain itu, vitamin C juga berperan penting dalam membantu penyerapan zat besi oleh tubuh. Karena itu, mengonsumsi buah-buahan seperti jeruk, stroberi, jambu biji, atau kiwi dapat menjadi pilihan yang baik sebelum donor darah.
Istirahat yang cukup dan menjaga hidrasi tubuh juga penting untuk memastikan kondisi fisik tetap prima saat mendonorkan darah.
Persyaratan Umum Menjadi Pendonor
Menurut ketentuan kesehatan internasional, seseorang umumnya dapat mendonorkan darah apabila memenuhi sejumlah syarat dasar.
Calon pendonor harus berada dalam kondisi sehat, berusia antara 18 hingga 65 tahun, serta memiliki berat badan minimal 50 kilogram. Selain itu, pendonor tidak boleh sedang mengalami infeksi, demam, flu, atau gangguan kesehatan lainnya saat proses donor berlangsung.
Bagi perempuan, kondisi kehamilan dan masa menyusui juga menjadi faktor yang perlu diperhatikan karena dapat memengaruhi kelayakan untuk mendonorkan darah.
Pentingnya Pemeriksaan Sebelum Donor
Setiap proses donor darah selalu diawali dengan pemeriksaan kesehatan untuk memastikan keamanan baik bagi pendonor maupun penerima darah.
Pemeriksaan tersebut meliputi pengecekan tekanan darah, kadar hemoglobin, riwayat kesehatan, serta kondisi fisik secara umum. Dengan prosedur ini, petugas dapat menentukan apakah seseorang aman untuk mendonorkan darah pada saat itu.
Perempuan yang sedang haid tetap diperbolehkan mendonorkan darah selama kondisi tubuh sehat dan kadar hemoglobinnya memenuhi persyaratan yang ditetapkan. Menstruasi bukanlah alasan otomatis untuk menolak donor darah.
Namun, apabila mengalami menstruasi yang sangat banyak, merasa lemas, pusing, atau hasil pemeriksaan hemoglobin berada di bawah batas normal, sebaiknya donor ditunda hingga kondisi tubuh pulih sepenuhnya.
Dengan menjaga asupan nutrisi, istirahat yang cukup, dan rutin memeriksa kesehatan, perempuan tetap dapat berpartisipasi dalam kegiatan donor darah sebagai bentuk kepedulian terhadap sesama tanpa perlu khawatir selama memenuhi syarat medis yang berlaku.
Editor : Gistin Illiyin
Sumber : CNNIndonesia
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================














