Waspada Gula Tersembunyi dalam Makanan Kemasan, Jangan Terkecoh Label Produk

Gula
Waspada Gula Tersembunyi dalam Makanan Kemasan, Jangan Terkecoh Label Produk. (Foto: iStock)

BOGORTODAY.COM – Kesadaran masyarakat terhadap pola hidup sehat semakin meningkat, termasuk dalam upaya mengurangi konsumsi gula harian atau yang dikenal dengan istilah cutting sugar.

Banyak orang mulai membatasi makanan dan minuman manis demi menjaga kesehatan serta menurunkan risiko berbagai penyakit.

Namun, mengurangi gula ternyata tidak sesederhana menghindari minuman bersoda atau makanan penutup. Banyak produk kemasan mengandung gula tambahan yang sering kali tidak dikenali karena tercantum dengan nama yang berbeda pada daftar komposisi.

Gula Bukan Musuh, Tetapi Harus Dikendalikan

Pada dasarnya, gula merupakan salah satu sumber energi yang dibutuhkan tubuh. Masalah muncul ketika konsumsinya berlebihan dan berlangsung dalam jangka panjang.

Asupan gula yang terlalu tinggi dapat meningkatkan risiko obesitas, diabetes tipe 2, penyakit jantung, hingga gangguan metabolisme lainnya. Karena itu, banyak orang mulai lebih teliti membaca informasi nutrisi sebelum membeli produk makanan maupun minuman.

Selain memperhatikan jumlah kalori, kandungan gula menjadi salah satu aspek yang kini sering diperiksa oleh konsumen.

BACA JUGA :  Studi Besar Ungkap Minuman Manis Berpotensi Meningkatkan Risiko Kanker Hati

Memahami Perbedaan Gula Total dan Gula Tambahan

Dalam label nutrisi produk kemasan, umumnya terdapat informasi mengenai gula total (total sugar) dan gula tambahan (added sugar).

Gula total mencakup seluruh kandungan gula yang terdapat dalam produk, baik yang berasal secara alami dari bahan pangan maupun yang ditambahkan selama proses produksi.

Sementara itu, gula tambahan adalah gula yang sengaja dimasukkan ke dalam makanan atau minuman untuk meningkatkan rasa manis. Jenis ini dapat berasal dari gula pasir, sirup, madu, konsentrat jus buah, maupun berbagai pemanis lainnya.

Para ahli gizi menyarankan masyarakat lebih memperhatikan kandungan gula tambahan karena sering menjadi penyumbang utama tingginya asupan gula harian.

Nama Lain Gula yang Sering Tidak Disadari

Salah satu hal yang membuat konsumen terkecoh adalah penggunaan istilah berbeda untuk menyebut gula. Tidak semua pemanis dicantumkan dengan nama “gula” atau “glukosa”.

Produsen sering menggunakan berbagai istilah teknis yang sebenarnya tetap merujuk pada kandungan pemanis tambahan.

BACA JUGA :  ONIC vs Geek Fam Panaskan Final Upper Bracket MPL ID S17, Tiket MSC 2026 Jadi Rebutan

Berikut beberapa jenis gula tersembunyi yang umum ditemukan dalam produk kemasan.

  1. Sukrosa

Sukrosa merupakan salah satu bentuk gula yang paling banyak digunakan dalam industri makanan. Bahan ini biasanya berasal dari tebu atau bit gula.

Jenis gula ini banyak ditemukan pada permen, es krim, minuman ringan, biskuit, saus, hingga buah kalengan.

  1. High Fructose Corn Syrup (HFCS)

HFCS atau sirup jagung tinggi fruktosa merupakan pemanis yang banyak digunakan dalam industri makanan dan minuman.

Bahan ini sering ditemukan pada minuman bersoda, roti, kue, makanan ringan, serta berbagai produk olahan karena harganya relatif ekonomis dan memiliki rasa manis yang kuat.

  1. Nektar Agave

Nektar agave kerap dipromosikan sebagai alternatif yang lebih sehat dibanding gula biasa. Pemanis ini berasal dari tanaman agave dan banyak digunakan dalam produk makanan sehat.

Editor : Gistin Illiyin

Sumber : CNNIndonesia

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================