Miris! Dinkes Sebut Rata-rata Anak di Kota Bogor Mulai Merokok Sejak Usia 12 Tahun

jumlah perokok dewasa di Indonesia
Global Adults Tobacco Survey (GATS) merilis jumlah perokok dewasa di Indonesia terus mengalami peningkatan hingga 8,8 juta jiwa. Survei itu terhitung sejak 10 tahun terakhir. Foto : Ilustrasi merokok.

BOGORTODAY.COM – Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor mulai menekan angka perokok usia anak dan remaja yang saat ini menunjukkan peningkatan berdasarkan Survei Kesehatan Indonesia. Hal itu dilakukan usai Dinas Kesehatan membentuk Duta Kawasan Tanpa Rokok (KTR) di SMP Negeri 15, Rabu (17/6/2026).

Wakil Wali Kota Bogor, Jenal Mutaqin, mengatakan salah satu faktor yang memengaruhi meningkatnya kasus merokok pada anak adalah lingkungan sekitar, termasuk paparan iklan dan promosi rokok.

“Kasus merokok pada anak meningkat. Salah satu faktornya karena lingkungan, melihat promosi iklan dan berbagai pengaruh lainnya. Karena itu sekolah menjadi tempat yang sangat strategis untuk kita bantu dan siarkan sosialisasi Kawasan Tanpa Rokok,” ujar Jenal.

BACA JUGA :  433 Jamaah Haji Kloter 10 Kota Bogor Mendarat Selamat di Tanah Air

Ia menjelaskan bahwa Kota Bogor telah memiliki Peraturan Daerah Nomor 12 Tahun 2009 tentang Kawasan Tanpa Rokok yang telah beberapa kali direvisi. Karena itu, kawasan pendidikan menjadi salah satu tempat yang harus menjadi contoh penerapan KTR.

Menurutnya, komitmen penerapan KTR tidak hanya ditujukan kepada para siswa, tetapi juga kepada guru, kepala sekolah, hingga orang tua di rumah.

“Tadi kita berkomitmen dan berdeklarasi untuk menegakkan kawasan tanpa rokok 100 persen di tingkat pendidikan atau sarana sekolah,” jelasnya.

BACA JUGA :  Bupati Bogor Rudy Susmanto Dialog Bersama Komunitas Budidaya Ikan di Ciseeng

Dalam kegiatan tersebut, sejumlah siswa dipilih menjadi Duta KTR yang diharapkan dapat menjadi agen perubahan dan menyebarluaskan informasi mengenai bahaya rokok kepada teman sebaya maupun keluarganya.

“Tidak hanya teman, tapi keluarga di rumah. Ada beberapa orang tua yang masih merokok di dalam rumah. Minimal setelah anak-anak diedukasi, orang tua bisa menyadari bahwa bahaya rokok tidak hanya terjadi pada dirinya sendiri, tetapi juga sangat fatal bagi keluarganya,” ucapnya.

Editor : Aditya Nugraha

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================