
Ia menyebutkan, program tersebut merupakan hasil kolaborasi Dinkes Kota Bogor bersama Dinas Pendidikan, Satpol PP, dan berbagai pihak lainnya guna menekan angka pengguna rokok pada usia remaja.
“Kita khawatir generasi masa depan Kota Bogor kondisinya tidak cukup baik apabila angka perokok anak terus meningkat,” jelasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kota Bogor, Erna Nuraena, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari rangkaian peringatan Hari Tanpa Tembakau Sedunia yang diperingati setiap 31 Mei.
“Tahun ini temanya adalah mengungkap bahaya iklan rokok yang tersembunyi. Karena itu kita menyasar anak-anak muda,” kata Erna.
Ia mengungkapkan, usia pertama kali anak mulai merokok di Kota Bogor rata-rata mencapai 12,8 tahun atau saat baru memasuki jenjang SMP.
“Angkanya cukup mengkhawatirkan. Anak baru lulus SD, baru masuk SMP, sudah mulai merokok. Sebanyak 87 persen dipengaruhi karena melihat orang dewasa merokok, melihat iklan, dan promosi,” ungkapnya.
Karena itu, kata Erna, Dinkes Kota Bogor kembali membentuk Duta KTR di sekolah yang diharapkan dapat menjadi edukator sebaya serta mengajak teman-temannya menerapkan pola hidup sehat.
“Mereka juga akan menjadi satgas di sekolah. Tadi Pak Wakil Wali Kota juga menyampaikan, tolong laporkan jika ada yang melanggar Perda KTR di sekolah maupun di rumah,” pungkasnya.
Editor : Aditya Nugraha
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















