
Jadi kita lebih fokus untuk beribadah sebagai bekal kita pulang ke kampung akhirat untuk menghadap Allah. Jika kita mau pulang ke kampung di dunia, yaitu saat mudik yang hanya beberapa hari saja, kita mati-matian untuk mempersiapkan bekal. Apalagi untuk pulang ke kampung akhirat yang waktunya untuk selamanya, maka bekalnya harus lebih mati-matian lagi.
Jika sebelum pensiun kita jarang shalat berjamaah di masjid atau jarang hadir di pengajian di majelis taklim, saatnya kita sekarang harus rajin datang ke masjid untuk shalat berjamaah dan hadir pengajian di majelis taklim. Sekarang sudah tidak ada seribu macam alasan lagi untuk tidak ke masjid atau tidak ke majelis taklim, atau alasan sibuk seperti dulu.
Pensiun yang produktif, bisa kita jadi pengurus Rukun Tetangga (RT), Rukun Warga (RW), Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) atau jika tidak jadi pengurus, kita bisa membantu pengurus tersebut sesuai kemampuan kita masing-masing.
Nah ini yang perlu diwaspadai tentang hobi kita, saatnya pensiun hobi kita menjadi nomor dua, yang nomor satu adalah Allah atau ibadah. Silahkan hobi anda memelihara burung, kucing, gowes, catur, traveling, joging, batu akih, wayang, musik dan lain-lain. Tapi hobi ini jangan sampai melalaikan ibadah dan melupakan Allah.
Ingat tadi saat kita sebelum pensiun Allah dinomorkan dua, saatnya sekarang masa pensiun, Allah dan ibadah kita jadikan nomor satu. Jayalah Indonesiaku.
Editor : Gistin Illiyin
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















