
BOGORTODAY.COM – Persoalan yang melibatkan Ruben Onsu dan Sarwendah kembali menjadi perhatian publik. Kuasa hukum Ruben, Minola Sebayang, mengungkapkan bahwa terdapat sejumlah hal yang dinilai dapat lebih mudah diselesaikan apabila komunikasi antara kedua belah pihak berjalan dengan baik, terutama terkait pertemuan Ruben dengan anak-anaknya.
Menurut Minola, langkah awal yang perlu dilakukan adalah meredakan ketegangan yang belakangan terjadi. Ia menilai hubungan yang lebih kondusif akan membuka ruang dialog untuk membahas berbagai persoalan yang masih mengemuka.
Minola berpendapat bahwa Sarwendah sebaiknya memberikan kesempatan kepada Ruben untuk berkumpul dan berinteraksi dengan anak-anak mereka. Ia meyakini langkah tersebut dapat menjadi pintu masuk untuk menyelesaikan berbagai persoalan lain yang masih tertunda.
“Masih ada beberapa hal yang nantinya lebih mudah dibicarakan,” ujar Minola saat memberikan keterangan kepada media.
Nafkah Rp200 Juta dan Harta Bersama Jadi Sorotan
Selain soal hubungan keluarga, Minola juga menyinggung persoalan nafkah yang disebut mencapai Rp200 juta per bulan. Menurutnya, pembahasan mengenai nominal tersebut perlu dilakukan secara terbuka agar tidak menimbulkan kesalahpahaman.
Ruben, kata Minola, berencana melakukan evaluasi terkait besaran nafkah yang selama ini diberikan. Evaluasi tersebut dilakukan karena adanya kebutuhan untuk memperjelas alur penggunaan dana nafkah yang telah disalurkan.
Ia menambahkan, jika komunikasi antara kedua pihak berjalan baik, maka pembahasan mengenai penundaan pembayaran nafkah maupun mekanisme perhitungannya dapat dilakukan secara lebih objektif dan sesuai ketentuan hukum.
“Jangan sampai seperti kemarin, ada banyak pengeluaran yang belum jelas peruntukannya,” ungkap Minola.
Aset dan Kewajiban Akan Ditata Kembali
Tak hanya soal nafkah, persoalan harta gana-gini juga disebut akan menjadi bagian dari pembahasan lanjutan. Minola menjelaskan bahwa evaluasi terhadap aset bersama kemungkinan akan dilakukan setelah Ruben memiliki kesempatan bertemu dengan anak-anaknya.
Menurutnya, aset-aset yang masih memiliki kewajiban atau beban utang perlu ditata ulang pengelolaannya agar tidak menimbulkan persoalan baru di kemudian hari. Penataan tersebut diharapkan dapat memberikan kejelasan mengenai hak dan tanggung jawab masing-masing pihak.
Meski sejumlah persoalan masih perlu dibahas lebih lanjut, kuasa hukum Ruben berharap seluruh proses dapat berlangsung melalui komunikasi yang baik dan mengedepankan kepentingan keluarga, terutama demi kenyamanan serta masa depan anak-anak.
Bagi HalamanEditor : Gistin Illiyin
Sumber : CNNIndonesia
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















