MBG: KETIKA TUJUAN MULIA TERCEDERAI

Di samping itu, apabila tujuan utama Program Makan Bergizi Gratis adalah membantu kelompok yang paling membutuhkan, maka pelaksanaannya harus benar-benar tepat sasaran. Dalam keterbatasan kemampuan fiskal negara, program ini seharusnya lebih memprioritaskan peserta didik yang berasal dari keluarga yang membutuhkan, Sekolah Rakyat, pesantren, sekolah-sekolah yang melayani masyarakat kurang mampu, serta satuan pendidikan yang berada di wilayah Terdepan, Terluar, dan Tertinggal (3T). Kebijakan yang tepat sasaran bukan hanya lebih adil, tetapi juga lebih sesuai dengan semangat pemerataan dan keadilan sosial sebagaimana diamanatkan dalam konstitusi.

Bangsa yang besar tidak hanya diukur dari besarnya anggaran yang dialokasikan, tetapi juga dari integritas dalam mengelolanya. Program yang baik akan kehilangan makna apabila dalam pelaksanaannya terjadi penyimpangan. Sebaliknya, anggaran yang terbatas sekalipun akan menghasilkan manfaat besar apabila dikelola secara jujur, transparan, dan bertanggung jawab

BACA JUGA :  Razia Angkot Tua Dimulai Pekan Depan, Pemkot Bogor Bentuk Tim Gabungan Skala Kota dan Siapkan Sanksi Piloks

Oleh karena itu, setiap dugaan penyimpangan dalam Program Makan Bergizi Gratis harus diusut secara tuntas, profesional, transparan, dan tanpa pandang bulu. Tidak boleh ada perlindungan terhadap siapa pun yang terbukti menyalahgunakan amanah rakyat. Penegakan hukum yang tegas diperlukan bukan semata-mata untuk menghukum pelaku, melainkan juga untuk menjaga kepercayaan masyarakat terhadap program-program strategis negara.

Pada akhirnya, kita semua tentu mendukung upaya negara dalam meningkatkan kualitas gizi anakanak Indonesia. Namun dukungan tersebut harus dibarengi dengan komitmen yang sama kuat terhadap prinsip transparansi, akuntabilitas, dan keadilan. Program yang mulia harus dijalankan dengan cara yang mulia pula.

BACA JUGA :  Prabowo Bahas Lonjakan Minat Investor Global, Tekankan Transparansi Data Investasi

Di negeri yang masih memiliki jutaan warga yang berjuang memenuhi kebutuhan pangan hariannya, setiap rupiah yang diambil dari program pemenuhan gizi sesungguhnya bukan sekadar angka dalam laporan keuangan negara. Di baliknya terdapat hak, harapan, dan masa depan anakanak Indonesia yang tidak boleh dikorbankan oleh keserakahan dan penyalahgunaan amanah.

Karena itu, apabila dugaan penyimpangan tersebut terbukti benar, maka yang tercederai bukan hanya Program Makan Bergizi Gratis. Yang tercederai adalah kepercayaan masyarakat, amanah konstitusi, nilai-nilai kemanusiaan, dan tujuan mulia yang melatarbelakangi lahirnya program tersebut.

Halaman:
« 1 2 » Semua

Editor : Admin

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================