
“Citeureup, Nanggung dan Babakan Madang. Baru tiga desa yang meminta bantuan air bersih,” kata dia.
Selain menyiapkan toren air, Ade meminta masyarakat untuk mulai menghemat penggunaan air bersih guna menghadapi puncak kekeringan yang diprediksi terjadi pada Agustus 2026.
Ia mencontohkan, jika setiap penduduk menghemat lima liter air per hari, penghematan tersebut akan memberikan dampak besar jika dikalikan dengan jumlah penduduk Kabupaten Bogor yang mencapai sekitar lima juta jiwa.
“Bayangkan jika ada lima juta penduduk Bogor hemat dalam satu hari aja lima liter, kali kan dengan lima juta berarti ada 25 juta liter yang terhematkan,” tutur Ade.
Editor : Bas
Wartawan : Rifki Ramadhan
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















