
BOGORTODAY.COM – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bogor, Jawa Barat menyiapkan 189 toren penampung air bersih sebagai langkah antisipasi menghadapi musim kemarau yang berlangsung sejak Juni 2026. Toren tersebut disiapkan bersama Dinas Perumahan dan Permukiman (Disperkim) Kabupaten Bogor dan telah diisi air sejak musim hujan untuk persediaan menghadapi kekeringan.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Bogor, Ade Hasrat mengatakan, penyediaan toren air tersebut merupakan bagian dari kesiapan menghadapi puncak kekeringan yang diprediksi terjadi pada Agustus mendatang.
“Kami bangun dengan Disperkim itu ada 189 toren itu diisi dan dipersiapkan ketika musim hujan kemarin,” ujar Ade, Senin (22/6/2026).
Ade menyebutkan, hingga saat ini sudah ada tiga kecamatan yang mengalami kekeringan, yakni Citeureup, Nanggung, dan Babakan Madang.
“Citeureup, Nanggung dan Babakan Madang. Baru tiga desa yang meminta bantuan air bersih,” kata dia.
Selain menyiapkan toren air, Ade meminta masyarakat untuk mulai menghemat penggunaan air bersih guna menghadapi puncak kekeringan yang diprediksi terjadi pada Agustus 2026.
Ia mencontohkan, jika setiap penduduk menghemat lima liter air per hari, penghematan tersebut akan memberikan dampak besar jika dikalikan dengan jumlah penduduk Kabupaten Bogor yang mencapai sekitar lima juta jiwa.
“Bayangkan jika ada lima juta penduduk Bogor hemat dalam satu hari aja lima liter, kali kan dengan lima juta berarti ada 25 juta liter yang terhematkan,” tutur Ade.
Bagi HalamanEditor : Bas
Wartawan : Rifki Ramadhan
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















