
Tak hanya sampai di situ, program-program PKK juga akan disinergikan dengan pembentukan atau penguatan koperasi di tingkat desa. Langkah ini diambil guna memperluas dan mempermudah akses permodalan bagi para pelaku usaha mikro, yang turut didukung oleh fasilitas perbankan dari Bank BJB.
Eva mengingatkan para peserta agar memanfaatkan momentum pelatihan yang diinisiasi bersama DiskopUKM dan Bank BJB ini dengan sungguh-sungguh. Ia berharap pembekalan ilmu digitalisasi dan akses permodalan ini dapat langsung dipraktikkan untuk mendongkrak kesejahteraan keluarga.
“Modal usaha sekarang sudah difasilitasi lewat kerja sama perbankan. Sekarang tinggal giliran kita, asah kreativitas, jangan takut pegang HP untuk jualan, dan mari kita bawa UMKM, UP2K Kabupaten Bogor naik kelas ke dunia digital,” pungkasnya.
Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Bogor, Iman Wahyu Budiana mengungpkan, langkah ini diambil sebagai strategi konkret untuk memperkuat ketahanan ekonomi daerah di tengah fluktuasi global, sekaligus mendorong ratusan ribu pelaku usaha lokal agar dapat segera “naik kelas.”
Berdasarkan data tunggal Kementerian UMKM, saat ini tercatat ada 444.212 pelaku UMKM yang tersebar di wilayah Kabupaten Bogor. Menyadari besarnya potensi tersebut, Pemkab Bogor secara khusus menggandeng para pengurus Pokja 2 TP PKK dari seluruh kecamatan sebagai motor penggerak dan pembina tangguh di tingkat akar rumput.
Pelaku UMKM adalah pilar penyangga yang paling kokoh bagi ekonomi daerah kita. Melalui kecukupan modal kerja dan pendampingan yang tepat, kita ingin mereka semua naik kelas.
“Untuk itu, kami sinergi dengan penggerak PKK untuk merangkul dan bersinergi dengan UMKM yang ada di wilayahnya masing-masing,” ujarnya.
Editor : Gistin Illiyin
Sumber : Diskominfo Kabupaten Bogor
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================














