BOGORTODAY.COM – Memberikan pujian kepada anak merupakan salah satu bentuk perhatian dan dukungan yang penting dalam proses tumbuh kembang mereka. Melalui pujian, anak merasa dihargai, diperhatikan, dan termotivasi untuk terus melakukan hal-hal positif.
Namun, tidak semua pujian memberikan dampak yang baik. Jika diberikan secara berlebihan atau dengan cara yang kurang tepat, pujian justru dapat menimbulkan sikap sombong dan membuat anak sulit menerima kritik di kemudian hari.
Karena itu, orang tua perlu memahami bagaimana memberikan apresiasi yang sehat agar anak tumbuh menjadi pribadi yang percaya diri, rendah hati, dan mampu menghargai proses dalam setiap pencapaiannya.
Pentingnya Pujian dalam Perkembangan Anak
Pujian yang diberikan secara tepat dapat membantu membangun rasa percaya diri anak. Mereka akan merasa bahwa usaha dan kerja keras yang dilakukan mendapatkan perhatian dari orang tua. Selain itu, pujian juga dapat memperkuat perilaku positif sehingga anak terdorong untuk mengulanginya di masa mendatang.
Namun, ketika pujian terlalu sering berfokus pada kehebatan atau kecerdasan anak semata, muncul risiko anak mengembangkan rasa superioritas terhadap orang lain. Bahkan, sebagian anak bisa menjadi takut gagal karena merasa harus selalu memenuhi ekspektasi tinggi yang dibentuk dari pujian tersebut.
Fokus pada Perilaku dan Tindakan Anak
Salah satu cara terbaik dalam memberikan pujian adalah dengan mengapresiasi tindakan atau perilaku yang dilakukan anak, bukan memberikan label tertentu pada dirinya.
Misalnya, daripada mengatakan, “Kamu anak paling rajin,” orang tua bisa menyampaikan, “Terima kasih sudah membantu membereskan meja makan, Ibu senang melihat kamu bertanggung jawab.”
Pujian yang spesifik membantu anak memahami perilaku apa yang dianggap positif dan layak dipertahankan. Dengan demikian, mereka belajar bahwa penghargaan diperoleh melalui tindakan nyata, bukan sekadar identitas atau predikat tertentu.
Berikan Pujian yang Tulus
Ketulusan menjadi faktor penting dalam memberikan apresiasi kepada anak. Anak biasanya mampu merasakan apakah pujian yang diberikan benar-benar berasal dari hati atau hanya sekadar basa-basi.
Pujian yang tidak sesuai dengan kenyataan justru dapat mengurangi makna penghargaan itu sendiri. Sebagai contoh, ketika hasil gambar anak masih sederhana, orang tua tidak perlu mengatakan bahwa gambarnya adalah yang terbaik.
Sebaliknya, apresiasi bisa diberikan dengan menyoroti usaha yang telah dilakukan, seperti, “Ibu melihat kamu menggambar dengan penuh semangat. Ada rumah, pohon, dan burung yang kamu buat.”
Pendekatan seperti ini membuat anak merasa dihargai tanpa harus menerima pujian yang berlebihan.
Hindari Pujian yang Terlalu Berlebihan
Editor : Gistin Illiyin
Sumber : CNNIndonesia
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================
















