
Mengapa Bayi Lebih Sensitif terhadap Kafein?
Saat seseorang minum kopi, kafein akan diserap oleh tubuh melalui saluran pencernaan dan masuk ke aliran darah. Setelah itu, hati akan memproses zat tersebut sebelum akhirnya dikeluarkan dari tubuh.
Pada orang dewasa, kafein umumnya bertahan selama beberapa jam saja. Namun pada bayi, terutama bayi yang masih sangat kecil, proses pembuangan kafein berlangsung jauh lebih lambat karena fungsi hati dan ginjal mereka belum berkembang sempurna.
Inilah sebabnya mengapa ibu menyusui tetap dianjurkan untuk mengontrol asupan kafein agar tidak menumpuk dalam tubuh bayi.
Tidak Hanya Kopi, Ini Sumber Kafein Lain yang Perlu Diperhatikan
Selain kopi, terdapat sejumlah makanan dan minuman lain yang juga mengandung kafein. Tanpa disadari, konsumsi dari berbagai sumber ini dapat meningkatkan total asupan kafein harian.
Beberapa sumber kafein yang umum dikonsumsi antara lain:
- Teh hijau dan matcha
- Teh hitam
- Teh putih
- Minuman energi
- Minuman bersoda
- Cokelat dan produk olahannya
- Minuman kemasan yang mengandung kafein
Karena itu, ibu menyusui sebaiknya memperhitungkan seluruh sumber kafein yang dikonsumsi dalam sehari, bukan hanya dari kopi.
Tetap Bisa Menikmati Kopi dengan Bijak
Masa menyusui bukan berarti ibu harus sepenuhnya menghindari kopi. Selama dikonsumsi dalam jumlah yang wajar dan tidak melebihi batas yang dianjurkan, kopi umumnya aman bagi ibu maupun bayi.
Yang terpenting adalah memperhatikan reaksi bayi, menjaga pola makan seimbang, serta memastikan kebutuhan cairan dan istirahat tetap terpenuhi. Dengan cara tersebut, ibu dapat tetap menikmati secangkir kopi favorit tanpa perlu merasa khawatir berlebihan.
Editor : Gistin Illiyin
Sumber : CNNIndonesia
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================














