Benarkah Jahe Bisa Menurunkan Demam? Ini Penjelasan Ilmiah di Baliknya

Cara Mengonsumsi Jahe Saat Demam

Dalam pengobatan tradisional maupun berbagai penelitian herbal, jahe lebih sering dikonsumsi dalam bentuk minuman hangat dibanding dimakan mentah.

Saat dipanaskan, sebagian kandungan gingerol akan berubah menjadi shogaol yang juga memiliki aktivitas antiinflamasi cukup kuat. Oleh sebab itu, wedang jahe atau teh jahe menjadi pilihan yang paling umum.

Cara membuatnya pun cukup sederhana:

  • Geprek atau iris tipis beberapa ruas jahe segar.
  • Rebus atau seduh menggunakan air panas selama beberapa menit.
  • Sajikan selagi hangat. Bila diinginkan, tambahkan madu atau perasan lemon untuk memberikan rasa yang lebih nikmat sekaligus membantu meredakan tenggorokan.
BACA JUGA :  Kasus Anak Tewas Diterkam Anjing di Jasinga Masuki Babak Baru, Polisi Sebut Permohonan Damai Tak Hentikan Proses Hukum

Selain kandungan senyawa aktifnya, minuman hangat juga membantu menjaga kecukupan cairan tubuh sehingga dapat mengurangi rasa tidak nyaman saat demam.

Jangan Dikonsumsi Berlebihan

Walaupun memiliki banyak manfaat, konsumsi jahe tetap perlu dibatasi. Tinjauan ilmiah berjudul Ginger on Human Health: A Comprehensive Systematic Review menyebutkan bahwa konsumsi jahe dalam jumlah berlebihan dapat memicu gangguan pencernaan, seperti nyeri lambung, sensasi panas di dada (heartburn), mual, hingga diare pada sebagian orang.

Karena itu, jahe sebaiknya dikonsumsi dalam jumlah wajar sebagai bagian dari upaya membantu meredakan gejala, bukan sebagai obat utama.

BACA JUGA :  Ancaman Sunyi Gagal Ginjal di Usia Muda: Mengapa Cek Urine Setahun Sekali Itu Wajib?

Kapan Harus ke Dokter?

Jika demam tidak kunjung turun selama beberapa hari, suhunya sangat tinggi, atau disertai gejala serius seperti sesak napas, muntah terus-menerus, penurunan kesadaran, maupun tanda infeksi berat lainnya, segera lakukan pemeriksaan ke fasilitas kesehatan.

Jahe memang dapat membantu membuat tubuh terasa lebih nyaman dan berpotensi mengurangi peradangan ringan. Namun, penanganan medis tetap menjadi langkah utama apabila demam berlangsung berkepanjangan atau disebabkan oleh penyakit yang memerlukan terapi khusus.

Halaman:
« 1 2 » Semua

Editor : Gistin Illiyin

Sumber : CNNIndonesia

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================