BOGORTODAY.COM – Tato telah menjadi bagian dari gaya hidup dan bentuk ekspresi diri bagi banyak orang. Meski tampak hanya berupa gambar permanen di permukaan kulit, proses terbentuknya tato ternyata melibatkan mekanisme biologis yang cukup rumit di dalam tubuh.
Di balik setiap goresan tinta terdapat proses penusukan kulit, respons sistem kekebalan tubuh, hingga peran sel-sel tertentu yang membuat warna tato tetap terlihat selama bertahun-tahun.
Karena itu, tato bukan hanya persoalan seni, tetapi juga berkaitan erat dengan cara tubuh bereaksi terhadap benda asing.
Tinta Tidak Berada di Permukaan Kulit
Pembuatan tato dilakukan menggunakan jarum khusus yang menusuk kulit berkali-kali dalam waktu singkat. Tujuannya adalah memasukkan pigmen tinta hingga mencapai lapisan dermis, yaitu lapisan kulit yang berada tepat di bawah epidermis.
Epidermis merupakan lapisan kulit paling luar yang secara alami terus mengalami regenerasi. Sel-selnya akan mati dan berganti secara berkala, sehingga tinta yang hanya berada di lapisan ini tidak akan bertahan lama.
Oleh sebab itu, pigmen tato sengaja ditempatkan di lapisan dermis yang lebih stabil. Dengan cara tersebut, warna tato dapat menetap dalam jangka waktu yang sangat lama, bahkan seumur hidup.
Sistem Imun Langsung Memberikan Respons
Meski tato dibuat secara sengaja, tubuh tetap mengenali tinta sebagai zat asing. Ketika jarum menusuk kulit dan pigmen masuk ke dalam jaringan, sistem kekebalan tubuh segera bekerja layaknya saat terjadi luka.
Tak heran apabila area yang baru ditato biasanya mengalami kemerahan, sedikit bengkak, terasa hangat, atau nyeri selama beberapa hari sebagai bagian dari proses penyembuhan alami.
Dalam proses tersebut, sel imun yang disebut makrofag bergerak menuju lokasi tato. Tugas utama sel ini adalah menangkap bakteri, kuman, maupun partikel asing yang masuk ke tubuh.
Mengapa Warna Tato Tidak Mudah Hilang?
Alih-alih berhasil menghilangkan seluruh pigmen, sebagian besar tinta justru tertahan di dalam makrofag dan sel kulit lain, seperti fibroblas.
Pigmen yang tersimpan di dalam sel-sel tersebut membuat warna tato tetap terlihat di permukaan kulit.
Menariknya, ketika makrofag yang menyimpan tinta mati, pigmen akan dilepaskan dan segera ditangkap kembali oleh makrofag baru. Siklus ini berlangsung terus-menerus sehingga tinta tetap berada di dalam lapisan dermis dan sulit hilang secara alami.
Inilah salah satu alasan mengapa tato permanen dapat bertahan selama puluhan tahun.
Ada Risiko Kesehatan yang Perlu Diperhatikan
Karena proses pembuatannya melibatkan ribuan tusukan jarum, tato tetap memiliki risiko medis apabila tidak dilakukan dengan prosedur yang aman dan steril.
Penggunaan alat yang tidak higienis atau tinta yang telah terkontaminasi mikroorganisme dapat memicu infeksi pada kulit. Dalam kondisi tertentu, bakteri maupun zat berbahaya bahkan berpotensi masuk ke aliran darah atau sistem limfatik sehingga meningkatkan risiko gangguan kesehatan yang lebih serius.
Selain infeksi, sebagian orang juga dapat mengalami reaksi alergi terhadap kandungan pigmen tertentu yang terdapat dalam tinta tato.
Perawatan Setelah Tato Sangat Penting
Agar proses penyembuhan berjalan optimal, area kulit yang baru ditato perlu dirawat dengan baik. Menjaga kebersihan kulit, menghindari paparan sinar matahari secara langsung, serta mengikuti petunjuk dari seniman tato maupun tenaga medis dapat membantu mengurangi risiko infeksi dan menjaga kualitas warna tato.
Tato bukan sekadar gambar yang menghiasi kulit. Di balik tampilannya yang artistik, terdapat proses biologis yang melibatkan lapisan kulit, sistem imun, hingga sel-sel tubuh yang bekerja mempertahankan pigmen tinta.
Meski dapat menjadi bentuk ekspresi diri, pembuatan tato tetap harus dilakukan di tempat yang memenuhi standar kebersihan dan menggunakan peralatan steril. Dengan demikian, risiko infeksi maupun komplikasi kesehatan dapat diminimalkan, sementara hasil tato tetap awet dan aman dalam jangka panjang.
Bagi HalamanEditor : Gistin Illiyin
Sumber : CNNIndonesia
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================
















