Mengenal Beragam Jenis Garam: Mana yang Paling Baik untuk Kesehatan?

Garam
Ilustrasi Garam (Foto: iStock)

BOGORTODAY.COM Garam merupakan salah satu bahan dapur yang hampir tidak pernah absen dalam setiap masakan. Selain berfungsi menambah cita rasa, garam juga memiliki peran penting bagi tubuh karena mengandung natrium yang dibutuhkan untuk menjaga keseimbangan cairan, mendukung fungsi saraf, dan membantu kerja otot.

Seiring berkembangnya tren gaya hidup sehat, berbagai jenis garam kini semakin mudah ditemukan di pasaran. Mulai dari garam beriodium, garam laut, garam Himalaya, hingga garam kosher sering disebut memiliki keunggulan masing-masing. Namun, apakah benar ada satu jenis garam yang paling sehat?

Pentingnya Mengontrol Asupan Garam

Meski tubuh membutuhkan natrium, konsumsi garam yang berlebihan dapat meningkatkan risiko berbagai penyakit, seperti hipertensi, gangguan jantung, hingga stroke. Karena itu, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menganjurkan konsumsi garam tidak lebih dari 5 gram per hari atau sekitar satu sendok teh.

BACA JUGA :  Studi Ungkap Gen Z dan Milenial Alami Penuaan Lebih Cepat, Risiko Kanker Usia Muda Meningkat

Oleh sebab itu, selain memilih jenis garam yang tepat, jumlah konsumsi harian juga menjadi faktor utama dalam menjaga kesehatan.

Garam Beriodium, Pilihan yang Masih Direkomendasikan

Di antara berbagai jenis garam yang tersedia, garam beriodium masih menjadi pilihan yang paling banyak direkomendasikan bagi masyarakat.

Iodium merupakan mineral penting yang diperlukan tubuh untuk memproduksi hormon tiroid. Kekurangan iodium dapat memicu berbagai masalah kesehatan, mulai dari gangguan metabolisme hingga hambatan pertumbuhan dan perkembangan otak pada anak.

Karena manfaatnya yang besar, fortifikasi iodium pada garam konsumsi menjadi salah satu program kesehatan masyarakat yang diterapkan di banyak negara.

BACA JUGA :  Tio Pakusadewo Ungkap Perjuangan Melawan Penyakit, Enam Bulan Bolak-Balik Rumah Sakit hingga Jalani Berbagai Perawatan

Garam Laut Tidak Selalu Lebih Sehat

Garam laut atau sea salt diperoleh dari proses penguapan air laut secara alami. Banyak orang menganggap jenis garam ini lebih sehat karena minim proses pengolahan.

Namun, kandungan natrium dalam garam laut sebenarnya tidak jauh berbeda dengan garam meja biasa jika dibandingkan berdasarkan beratnya. Perbedaan utama terletak pada tekstur, ukuran kristal, rasa, dan metode produksinya.

Artinya, mengganti garam biasa dengan garam laut belum tentu membuat asupan natrium menjadi lebih rendah.

Garam Himalaya dan Kandungan Mineralnya

Garam Himalaya dikenal dengan warna merah muda yang khas. Warna tersebut berasal dari kandungan mineral alami yang terdapat di dalamnya.

Editor : Gistin Illiyin

Sumber : CNNIndonesia

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================