
Ia menambahkan, Helaran Pajajaran menjadi puncak dari seluruh rangkaian peringatan HJB ke-544 yang telah berlangsung sejak 3 Juni melalui berbagai kegiatan pemerintahan, seni budaya, olahraga, hingga pemberdayaan masyarakat.
Berbeda dari konsep kirab pada tahun-tahun sebelumnya, Helaran Pajajaran menghadirkan pertunjukan teatrikal berjalan yang mengisahkan perjalanan Prabu Siliwangi, Kerajaan Pajajaran, dan Pakuan sebagai akar sejarah Kota Bogor.
“Kegiatan ini menampilkan sebuah teatrikal berjalan. Jadi bukan hanya pawai seperti biasanya, tetapi sebuah rangkaian cerita tentang perjalanan Prabu Siliwangi, tentang Pajajaran, tentang Pakuan. Itu yang membedakan dengan yang lain,” ungkapnya.
Ia turut menyampaikan bahwa sekitar 1.000 pegiat budaya dari berbagai sanggar dan komunitas turut memeriahkan helaran tersebut. Mereka menampilkan beragam atraksi budaya, mulai dari drama tari Sasakala yang mengisahkan sejarah Pakuan Pajajaran hingga persembahan seni budaya dari enam kecamatan.
Dedie Rachim berharap Helaran Pajajaran dapat terus berkembang menjadi ikon budaya Kota Bogor, sekaligus menjadi agenda tahunan yang dinantikan masyarakat setiap peringatan HJB.
“Mudah-mudahan ini menjadi identitas baru Kota Bogor dan setiap memperingati Hari Jadi Bogor akan selalu ada Helaran Pajajaran,” pungkasnya.
Editor : Aditya Nugraha
Sumber : Diskominfo Kota Bogor
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















