
Beberapa catatan tersebut meliputi penataan arus pengunjung, kebersihan, keamanan, optimalisasi kapasitas parkir, hingga akses transportasi publik menuju pasar.
Secara khusus, Rifki menyoroti kenyamanan di lantai dua bangunan pasar yang kini difungsikan sebagai pusat kuliner.
Menurutnya, fasilitas sirkulasi udara di area tersebut masih perlu ditingkatkan agar pengunjung merasa betah.
”Masih ada beberapa hal yang perlu menjadi perhatian, terutama optimalisasi kapasitas parkir, akses transportasi, penataan arus pengunjung, kebersihan, keamanan, dan perlu ditambahkannya seperti kipas atau blower untuk di lantai 2 yang saat ini menjadi sentra kuliner,” urai Rifki.
Lebih lanjut, Rifki menekankan bahwa kemegahan bangunan fisik pasar harus berbanding lurus dengan tingginya angka kunjungan masyarakat.
Oleh karena itu, diperlukan strategi khusus untuk meramaikan Pasar Jambu Dua agar aktivitas jual beli semakin hidup.
”Pasar yang bagus harus diikuti dengan tingkat kunjungan masyarakat yang tinggi, sehingga para pedagang dapat memperoleh penghasilan yang layak,” tuturnya.
Rifki menyatakan bahwa Komisi II DPRD Kota Bogor berkomitmen penuh untuk terus mengawal proses evaluasi pengelolaan Pasar Jambu Dua. Pihaknya akan bersinergi secara intensif dengan Pemerintah Kota Bogor dan Perumda Pasar Pakuan Jaya selaku pengelola.
Ia berharap, dengan adanya pengawasan dan perbaikan yang berkelanjutan, Pasar Jambu Dua dapat benar-benar bertransformasi menjadi pusat perdagangan rakyat yang nyaman, tertib, sekaligus menjadi motor penggerak utama perekonomian masyarakat Kota Bogor.
Wartawan : Aditya Nugraha
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















