Doa Agar Dimudahkan Rezeki dan Terhindar dari Lilitan Utang, Lengkap dengan Arab, Latin, dan Artinya

doa
Ilustrasi Berdoa. (Foto: iStock)

BOGORTODAY.COM – Setiap Muslim dianjurkan untuk berikhtiar mencari rezeki yang halal, kemudian menyerahkan hasilnya kepada Allah SWT dengan penuh tawakal. Sikap ini menjadi bagian dari ikhtiar agar kehidupan senantiasa diberi kecukupan, keberkahan, dan ketenangan.

Di sisi lain, persoalan utang masih menjadi salah satu beban yang banyak dihadapi masyarakat. Dalam ajaran Islam, berutang memang diperbolehkan ketika berada dalam kondisi mendesak.

Namun, utang bukanlah sesuatu yang dianjurkan untuk dijadikan kebiasaan. Karena itu, umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak doa agar Allah SWT memberikan rezeki yang cukup sekaligus menjauhkan diri dari lilitan utang.

Dalam buku Perbaiki Dirimu, Mengucurlah Rezekimu karya Abdul Qosim dijelaskan bahwa Rasulullah SAW kerap memohon perlindungan kepada Allah dari kesulitan akibat utang.

Hal ini juga dikuatkan oleh riwayat Aisyah RA yang menyebutkan bahwa Nabi Muhammad SAW sering memanjatkan doa agar terbebas dari beban utang dalam setiap salatnya.

Berikut beberapa doa yang dapat diamalkan untuk memohon kecukupan rezeki dan keberkahan hidup.

  1. Doa Memohon Rezeki yang Mencukupi
BACA JUGA :  Honda Vario Evo 160 Resmi Meluncur, Tampil Lebih Agresif dengan Fitur Modern dan Torsi Lebih Besar

Arab:

اللَّهُمَّ رَضِّنِي بِقَضَائِكَ، وَبَارِكْ لِي فِيمَا قُدِّرَ لِي، حَتَّى لَا أُحِبَّ تَعْجِيلَ مَا أَخَّرْتَ وَلَا تَأْخِيرَ مَا عَجَّلْتَ

Latin:

Allahumma radhdhinii bi qadha’ika, wa baarik lii fiimaa quddira lii, hattaa laa uhibba ta’jiila maa akhkharta wa laa ta’khiira maa ‘ajjalta.

Arti:

“Ya Allah, jadikanlah aku ridha atas segala ketetapan-Mu. Limpahkan keberkahan pada rezeki yang telah Engkau tetapkan untukku, sehingga aku tidak menginginkan sesuatu yang Engkau tunda dipercepat ataupun sesuatu yang Engkau percepat menjadi ditunda.”

  1. Doa Memohon Kebaikan dan Perlindungan dari Beban Berat

Arab:

رَبَّنَا لَا تُؤَاخِذْنَا إِنْ نَسِينَا أَوْ أَخْطَأْنَا ۚ رَبَّنَا وَلَا تَحْمِلْ عَلَيْنَا إِصْرًا كَمَا حَمَلْتَهُ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِنَا ۚ رَبَّنَا وَلَا تُحَمِّلْنَا مَا لَا طَاقَةَ لَنَا بِهِ ۖ وَاعْفُ عَنَّا وَاغْفِرْ لَنَا وَارْحَمْنَا ۚ أَنْتَ مَوْلَانَا فَانْصُرْنَا عَلَى الْقَوْمِ الْكَافِرِينَ

Latin:

Rabbanaa laa tu’aakhidznaa in nasiinaa aw akhtha’naa, rabbanaa wa laa tahmil ‘alainaa ishran kamaa hamaltahu ‘alal ladziina min qablinaa, rabbanaa wa laa tuhammilnaa maa laa thaaqata lanaa bih, wa’fu ‘annaa, waghfir lanaa, warhamnaa, anta maulaanaa fanshurnaa ‘alal qaumil kaafiriin.

Arti:

BACA JUGA :  Demi Efisiensi, Pemkab Bogor Bakal Lelang Kendaraan Dinas

“Ya Tuhan kami, janganlah Engkau hukum kami jika kami lupa atau melakukan kesalahan. Janganlah Engkau bebankan kepada kami beban yang berat sebagaimana Engkau bebankan kepada umat-umat sebelum kami. Jangan pula Engkau membebani kami dengan sesuatu yang tidak sanggup kami pikul. Maafkanlah kami, ampunilah kami, rahmatilah kami. Engkaulah Pelindung kami, maka tolonglah kami menghadapi kaum yang ingkar.” (QS. Al-Baqarah: 286).

Mengamalkan doa-doa tersebut hendaknya disertai dengan usaha nyata, seperti bekerja secara halal, mengelola keuangan dengan bijak, serta menghindari utang yang tidak diperlukan. Dengan memadukan ikhtiar dan doa, seorang Muslim berharap memperoleh rezeki yang berkah, hati yang tenang, serta dijauhkan dari kesulitan akibat beban utang.

Bagi Halaman

Editor : Gistin Illiyin

Sumber : Detik.com

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================