BOGORTODAY.COM – Karbohidrat merupakan salah satu sumber energi utama yang hampir selalu hadir dalam menu makan sehari-hari. Di Indonesia, nasi putih menjadi pilihan paling populer sebagai makanan pokok. Namun, kentang juga sering dijadikan alternatif karena sama-sama mengandung karbohidrat yang mampu memberikan energi bagi tubuh.
Meski memiliki fungsi yang serupa, kandungan gizi antara nasi dan kentang ternyata tidak sama. Perbedaan tersebut membuat banyak orang bertanya-tanya, mana yang sebenarnya lebih baik untuk kesehatan?
Kandungan Gizi Kentang dan Nasi Berbeda
Kentang merupakan umbi-umbian yang kaya akan pati, sedangkan nasi putih berasal dari beras yang telah melalui proses penggilingan. Dari sisi nutrisi, keduanya memiliki keunggulan masing-masing.
Nasi putih diketahui mengandung kalori dan karbohidrat lebih tinggi dibandingkan kentang. Sebaliknya, kentang memiliki kandungan serat yang jauh lebih banyak sehingga dapat membantu memperlambat proses pencernaan dan memberikan rasa kenyang lebih lama.
Selain itu, kentang juga mengandung vitamin B2, vitamin B6, kalium, dan magnesium dalam jumlah yang lebih tinggi. Sementara nasi putih unggul dalam kandungan vitamin B1 (tiamin) dan folat serta memiliki kadar natrium yang lebih rendah.
Pengaruh terhadap Gula Darah
Baik nasi maupun kentang sama-sama dapat meningkatkan kadar gula darah setelah dikonsumsi. Namun, kandungan karbohidrat yang lebih tinggi pada nasi putih membuat makanan ini berpotensi memicu lonjakan gula darah lebih besar, terutama jika dikonsumsi dalam porsi berlebihan.
Karena itu, penderita diabetes atau orang yang memiliki gangguan metabolisme gula darah dianjurkan lebih bijak dalam mengatur porsi nasi yang dikonsumsi.
Di sisi lain, kentang juga memiliki indeks glikemik yang cukup tinggi. Meski demikian, kandungan seratnya dapat memberikan efek kenyang yang lebih lama apabila diolah dengan cara yang tepat.
Hal yang Perlu Diwaspadai
Selain kandungan gizinya, kedua sumber karbohidrat ini juga memiliki beberapa hal yang perlu diperhatikan.
Pada nasi, salah satu perhatian utama adalah kemungkinan adanya kandungan arsenik alami yang dapat terserap dari lingkungan tempat padi ditanam. Meski demikian, kadar arsenik dapat dikurangi melalui cara mencuci dan memasak beras dengan benar.
Editor : Gistin Illiyin
Sumber : CNNIndonesia
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















