Tekan Kasus Stunting, Kelurahan Babakan Pasar dan Yayasan HBLM Kolaborasi Siapkan Generasi Emas 2045

BOGORTODAY.COM – Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor terus memperkuat kolaborasi lintas sektor dalam mempercepat penurunan dan pencegahan stunting untuk menyiapkan Generasi Emas 2045.

Sebagai bentuk apresiasi atas sinergi yang terbangun, Wakil Wali Kota Bogor sekaligus Ketua Tim Percepatan Penurunan dan Pencegahan Stunting (TPPPS) Kota Bogor, Jenal Mutaqin menyerahkan sertifikat penghargaan kepada Yayasan Harapan Bangsa Lentera Mandiri (HBLM).

​Penghargaan tersebut diberikan atas komitmen dan kontribusi Yayasan HBLM dalam mendukung program penanganan penurunan stunting di Kota Bogor sepanjang 2025 hingga 2026.

Kegiatan ​menjadi bagian dari upaya konvergensi stunting yang diinisiasi Kelurahan Babakan Pasar, Kecamatan Bogor Tengah bertemakan “Percepatan Pencegahan dan Penurunan Stunting” ini digelar di Ruang Yerusalem, Lantai 4 GSJA Betlehem.

Jenal Mutaqin menyampaikan rasa terima kasihnya kepada para donatur dan dermawan yang secara konsisten bergerak di bidang pengentasan stunting di Kota Bogor.

Menurutnya, penanganan stunting tidak bisa hanya mengandalkan anggaran pemerintah, melainkan butuh keterlibatan aktif semua pihak (pentahelix).

​”Siang ini saya berada di Yayasan Harapan Bangsa Lentera Mandiri. Setelah kami tracking, yayasan ini sudah lama berkiprah memberikan bantuan kepada balita dan anak-anak di sekitar kelurahan secara konsisten setiap bulan. Ini menjadi ikhtiar dan syiar yang kuat bahwa penanganan stunting di Kota Bogor dilakukan secara serius,” ujarnya, Selasa, 30 Juni 2026.

BACA JUGA :  Bogor Hornbills Bidik Kemenangan di Gim Ketiga Final IBL 2026

​Untuk menjaga komitmen dan transparansi para donatur, Pemkot Bogor mengoptimalkan penggunaan aplikasi “Besti” (Bebas Stunting) yang telah diluncurkan sejak Januari 2026.

Melalui aplikasi ini, para donatur seperti Yayasan HBLM akan diberikan akun khusus untuk memantau langsung perkembangan anak asuh mereka.

​”Next, pihak yayasan atau donatur bisa memantau langsung setiap bulan peningkatan anak yang dibantu melalui handphone masing-masing. Mulai dari penambahan berat badan, status gizi, lingkar kepala, hingga tinggi badan. Ruang ini kita ciptakan agar donatur mengetahui bahwa bantuan mereka betul-betul sampai dan berdampak,” tambah Jenal.

​Ia menegaskan bahwa penanganan stunting merupakan instruksi langsung dari Presiden RI saat pelantikan, di mana Kota Bogor ditargetkan bebas dari stunting dan kemiskinan.

Berdasarkan data rekonsiliasi dari Januari hingga Juni 2026, tercatat sudah ada sekitar 512 balita di Kota Bogor yang dinyatakan lulus dari stunting.

​Menghadapi Bulan Penimbangan Balita (BPB) pada Agustus mendatang, Pemkot Bogor fokus pada strategi intervensi hulu guna mencegah munculnya kasus stunting baru (Zero New Stunting).

​”Bukan hanya sekadar melihat kondisi fisik seperti tinggi dan berat badan yang tidak ideal, tapi ini tentang mempersiapkan kemampuan SDM anak-anak kita hingga mereka dewasa,” katanya.

Jenal menambahkan, selain faktor gizi seimbang, sanitasi lingkungan, dan air bersih, faktor penentu yang paling tinggi indikatornya adalah pola asuh orang tua.

BACA JUGA :  Penataan Alun-alun Empang Terealisasi Usai Penetapan Nazhir Baru

​Sementara itu, Lurah Babakan Pasar, Kartini Wulandari menjelaskan bahwa kegiatan ini sengaja dirancang secara komprehensif, tidak sekadar seremonial.

Selain penyerahan sertifikat penghargaan, acara ini juga diisi dengan kegiatan edukasi berupa talkshow bertemakan “Pentingnya Pengasuhan dan Nutrisi Tepat Menuju Generasi Emas Tahun 2045″ yang menghadirkan narasumber Catharina Nidya Putri, Psikolog Klinis Dinas Kesehatan Kota Bogor.

Kemudian penyaluran paket bantuan berupa susu, telur, dan buah-buahan kepada 30 orang sasaran yang terdiri dari orang tua, anak stunting, ibu hamil, keluarga berisiko stunting (KRS), dan calon pengantin.

​”Kami sangat terbantu oleh Yayasan HBLM, komunitas, serta tokoh masyarakat. Berkat kerja keras kader dan seluruh tim, angka stunting di Kelurahan Babakan Pasar mengalami penurunan drastis. Berdasarkan data awal, angka stunting atau rawan stunting sempat mencapai 49 anak, lalu turun ke angka 13, dan berdasarkan penimbangan terakhir per Februari 2026, kini menyisakan 9 anak,” ungkap Kartini.

Pihaknya juga mengajak Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dalduk KB), Dinas Kesehatan, Kecamatan Bogor Tengah, Puskesmas Belong hingga sektor swasta seperti General Manager Hotel 101 untuk bergerak bersama dalam penanganan stunting.

Kegiatan ini juga dirangkaikan dengan pemaparan kepada awak media untuk memperkuat edukasi publik terkait pencegahan stunting.

Bagi Halaman

Wartawan : Aditya Nugraha

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================