Thailand Siapkan Aplikasi THIM, Proses Imigrasi Wisatawan Bakal Lebih Cepat dan Praktis

Selain itu, aplikasi memungkinkan penyimpanan profil pengguna. Wisatawan yang sering datang ke Thailand cukup memperbarui informasi terbaru, seperti nomor penerbangan, hotel, atau jadwal kepulangan tanpa perlu mengisi ulang seluruh data pribadi.

Tidak Perlu Lagi Menunjukkan QR Code

Melalui sistem terbaru ini, proses kedatangan di bandara diperkirakan menjadi jauh lebih singkat.

Setelah registrasi dilakukan, wisatawan hanya perlu menyerahkan paspor kepada petugas imigrasi. Saat paspor dipindai, seluruh data yang sebelumnya telah diisi melalui THIM akan langsung muncul di sistem sehingga pelancong tidak lagi diwajibkan menunjukkan kode QR secara terpisah.

Meski demikian, pemerintah Thailand menegaskan bahwa aplikasi ini bukan pengganti visa. Wisatawan yang berdasarkan kewarganegaraan atau tujuan kunjungannya masih memerlukan visa tetap harus mengajukan permohonan sesuai ketentuan yang berlaku.

BACA JUGA :  Kandungan Vitamin dalam Buncis dan Manfaatnya bagi Kesehatan

THIM juga tidak menggantikan prosedur izin tinggal jangka panjang maupun kewajiban pelaporan berkala bagi warga negara asing yang diwajibkan melaksanakannya.

Dibangun dengan Sistem Cloud Berkeamanan Tinggi

Untuk mendukung jutaan pengguna, THIM dikembangkan menggunakan teknologi komputasi awan milik Amazon Web Services (AWS).

Infrastruktur tersebut dirancang agar mampu menangani lonjakan akses saat musim liburan sekaligus menjaga keamanan data pribadi wisatawan melalui sistem enkripsi menyeluruh (end-to-end encryption).

Pejabat Biro Imigrasi Thailand menyebut kehadiran THIM menjadi langkah besar dalam transformasi layanan keimigrasian berbasis digital di kawasan Asia Tenggara.

Target Layani 30 Juta Wisatawan Setiap Tahun

BACA JUGA :  Sering Sembelit Meski Sudah Banyak Makan Serat? Ini 6 Penyebab yang Perlu Diwaspadai

Saat ini THIM telah tersedia dalam empat pilihan bahasa, yakni Inggris, Jepang, Mandarin, dan Rusia. Pemerintah Thailand berencana menambah sedikitnya 15 bahasa lainnya agar semakin mudah digunakan wisatawan dari berbagai negara.

Ke depan, aplikasi ini tidak hanya berfungsi sebagai pengisian kartu kedatangan. Pemerintah juga berencana menambahkan berbagai layanan lain, seperti pengajuan dokumen keimigrasian, pemesanan jadwal pelayanan, hingga akses darurat ke Tourist Police selama 24 jam.

Dengan berbagai inovasi tersebut, Thailand menargetkan THIM mampu melayani sekitar 30 juta wisatawan internasional setiap tahun, sekaligus memperkuat citra negara tersebut sebagai destinasi wisata yang mengedepankan kemudahan layanan berbasis teknologi digital.

Halaman:
« 1 2 » Semua

Editor : Gistin Illiyin

Sumber : CNNIndonesia

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================