
Dedie memaparkan, masyarakat menaruh harapan penting kepada Kasatpol PP yang baru dalam konteks penegakan ketertiban umum dan penataan Pedagang Kaki Lima (PKL).
Titik fokus penataan utama ditargetkan menyasar kawasan Alun-Alun, Lapangan Sempur, Taman Heulang, serta berbagai wilayah penting lainnya di Kota Bogor.
”Kemarin, Pupung sudah selama beberapa bulan melaksanakan tugas sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Kasat Pol PP. Dengan pengalaman tersebut, saya yakin ke depannya dia bisa melaksanakan tugas dengan sepenuh hati dan memaksimalkan kewenangan yang ada. Jadi tidak perlu ragu lagi, ke depan penataan kota akan berjalan dengan lebih baik,” tegas Wali Kota Dedie A. Rachim.
Sementara untuk sektor lingkungan, tantangan tak kalah berat dihadapi oleh Rudi Mashudi. Dedie menginstruksikan agar fondasi pengelolaan sampah yang sebelumnya telah dirintis oleh Deni Wismanto segera dilanjutkan, terutama mengawal Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL).
Sesuai jadwal, Pemkot Bogor akan melaksanakan peletakan batu pertama atau groundbreaking proyek PSEL tersebut pada tanggal 8 Juli ini.
Proses konstruksi fisik ini diproyeksikan akan memakan waktu intensif selama 1,5 tahun ke depan.
Namun Dedie mengingatkan, keberhasilan PSEL bukan sekadar masalah kesiapan teknologi fisik semata, melainkan juga kesiapan SDMnya.
Dinas Lingkungan Hidup dituntut keras untuk mampu mengedukasi masyarakat agar membudayakan pemilahan sampah dari hulu menggunakan prinsip 3R langsung dari rumah tangga.
Terkait dengan posisi jabatan struktural lain yang saat ini masih kosong, Pemkot Bogor mengonfirmasi bahwa proses uji kompetensi (ujikom) sedang berjalan dan diperkirakan memakan waktu satu hingga dua minggu ke depan sebelum diadakan pelantikan susulan.
Wartawan : Aditya Nugraha
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















