
Dampak Besar bagi Cuaca dan Ekosistem
Laut memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan iklim karena mampu menyerap sekitar 90 persen kelebihan panas yang dihasilkan oleh gas rumah kaca.
Namun, ketika suhu laut meningkat, kemampuan tersebut justru memicu berbagai dampak negatif. Laut yang lebih hangat meningkatkan kadar uap air di atmosfer sehingga memperbesar potensi terbentuknya badai tropis dan hujan ekstrem.
Selain itu, kenaikan suhu laut turut mempercepat peningkatan permukaan air laut yang mengancam wilayah pesisir di berbagai negara.
Ekosistem laut pun ikut terdampak. Terumbu karang tropis menjadi salah satu yang paling rentan karena gelombang panas laut berkepanjangan dapat menyebabkan pemutihan (coral bleaching) hingga kematian karang.
Gelombang Panas Laut Meluas
Sepanjang enam bulan pertama 2026, gelombang panas laut tercatat memengaruhi sekitar 82 persen wilayah lautan dunia, menjadikannya cakupan terluas kedua setelah tahun 2024.
Wilayah Laut Mediterania menjadi salah satu kawasan yang mengalami kenaikan suhu paling signifikan. Pada Juni 2026, suhu rata-ratanya mencapai 24,3 derajat Celcius, memecahkan rekor sebelumnya yang tercipta pada 2023 dan 2025.
Bahkan, hampir seluruh kawasan Mediterania atau sekitar 98 persen wilayahnya mengalami gelombang panas laut selama semester pertama tahun ini. Di bagian barat laut Mediterania, intensitas gelombang panas juga dilaporkan mencapai level tertinggi, bertepatan dengan cuaca panas ekstrem yang melanda sejumlah negara Eropa.
Sementara itu, kawasan Samudra Pasifik tropis juga mencatat suhu tertinggi untuk bulan Juni, yakni 27,26 derajat Celcius, menyamai rekor yang pernah terjadi pada periode Januari hingga Juni 2016.
Para ilmuwan mengingatkan bahwa perkembangan suhu laut dalam beberapa bulan ke depan perlu terus dipantau. Jika El Niño berkembang semakin kuat, dampaknya diperkirakan tidak hanya memengaruhi kondisi lautan, tetapi juga meningkatkan risiko cuaca ekstrem dan mempercepat laju perubahan iklim di berbagai belahan dunia.
Editor : Gistin Illiyin
Sumber : CNNIndonesia
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















