
Selain persoalan lingkungan, para pemerhati juga menyoroti belum adanya regulasi internasional yang secara khusus mengatur perlindungan kawasan laut lepas dari dampak puing antariksa.
Saat ini, negara peluncur memiliki tanggung jawab apabila benda antariksa yang diluncurkannya menimbulkan kerusakan di wilayah suatu negara. Namun, aturan serupa belum secara jelas mengatur apabila puing jatuh di kawasan laut internasional.
Karena itu, sejumlah organisasi lingkungan meminta agar dilakukan kajian dampak lingkungan yang lebih terbuka sekaligus penyusunan aturan internasional sebelum ISS dipensiunkan.
NASA Tetap Menilai Deorbit sebagai Opsi Teraman
Di sisi lain, NASA berpendapat bahwa penjatuhan ISS secara terkendali tetap menjadi pilihan terbaik dibandingkan alternatif lainnya.
Sebelumnya, beberapa skenario sempat dipelajari, termasuk menaikkan orbit ISS agar masa operasionalnya bertahan lebih lama. Namun opsi tersebut dinilai membutuhkan biaya yang sangat besar dan hanya menunda penyelesaian masalah.
Sementara itu, membiarkan ISS jatuh ke Bumi tanpa kendali dianggap memiliki risiko jauh lebih tinggi karena puing-puingnya berpotensi menghantam wilayah berpenduduk.
Momentum Menyusun Aturan Baru Eksplorasi Antariksa
Rencana pensiunnya ISS juga dianggap sebagai momen penting untuk menyusun kebijakan global mengenai pengelolaan infrastruktur antariksa yang sudah tidak lagi digunakan.
Dengan semakin pesatnya aktivitas eksplorasi ruang angkasa dan rencana pembangunan berbagai stasiun luar angkasa komersial di masa depan, persoalan mengenai cara mengakhiri masa operasional wahana berukuran besar diperkirakan akan semakin sering dihadapi.
Para peneliti menilai tantangan ke depan bukan hanya memastikan keselamatan manusia dari jatuhnya puing antariksa, tetapi juga menjaga agar lautan tidak menjadi lokasi pembuangan permanen bagi sisa-sisa eksplorasi luar angkasa.
Perdebatan mengenai rencana deorbit ISS pun menunjukkan bahwa perkembangan teknologi antariksa kini harus berjalan seiring dengan tanggung jawab terhadap kelestarian lingkungan, baik di daratan maupun di lautan.
Editor : Gistin Illiyin
Sumber : Detik.com
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















