Penanganan Longsor di Jalan Kebon Pedes Bogor Memasuki Tahap Pengerukan

“Kami mengusulkan agar penanganannya dapat diprioritaskan. Alhamdulillah hari ini sudah ditandatangani SPK-nya,” ujar Dedie.

Ia menjelaskan, proyek penanganan longsor ditargetkan selesai dalam waktu 150 hari kerja dengan anggaran sebesar Rp5,4 miliar.

“Segala sesuatu perlu proses. Anggarannya harus dimunculkan dan nilainya cukup besar, sekitar Rp5,4 miliar,” katanya.

Menurut Dedie, penanganan longsor meliputi pembangunan dinding penahan tanah (DPT), pemasangan bronjong, beton, material batu granular, serta penataan jalur aliran air agar lebih baik.

BACA JUGA :  Pecah! Ribuan Warga Padati Helaran Pajajaran di Jalan Jenderal Sudirman

Untuk mempercepat penyelesaian proyek, pekerjaan akan dilakukan hingga malam hari. Karena itu, masyarakat diminta memahami jika selama proses pembangunan terjadi hambatan lalu lintas akibat keluar masuknya alat berat.

“Waktunya terbatas dan biayanya juga besar. Mungkin nanti akan ada buka tutup saat alat berat masuk,” ucapnya.

Dedie juga mengingatkan masyarakat agar tidak membuang sampah ke sungai. Menurutnya, tumpukan sampah yang menghambat aliran air menjadi salah satu faktor yang memperparah longsor di lokasi tersebut.

BACA JUGA :  Tekan Kasus Stunting, Kelurahan Babakan Pasar dan Yayasan HBLM Kolaborasi Siapkan Generasi Emas 2045

“Tumpukan sampah menghalangi jalur air. Beban pada dinding menjadi besar hingga akhirnya ambrol,” katanya.

Sebagai informasi, tebing yang longsor di Jalan Kebon Pedes memiliki tinggi sekitar tujuh meter. Sementara panjang penanganan longsor secara keseluruhan mencapai 63 meter.

Halaman:
« 1 2 » Semua

Wartawan : Aditya Nugraha

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================