
Meski demikian, para ahli mengingatkan agar masyarakat tidak menganggap dark chocolate sebagai solusi utama untuk menjaga kesehatan jantung.
Beberapa penelitian memang menemukan adanya hubungan antara konsumsi kakao dengan perbaikan sejumlah faktor risiko penyakit jantung. Namun, hasilnya masih belum konsisten.
Salah satu studi yang dilakukan pada 2017 menunjukkan bahwa penurunan kadar kolesterol jahat lebih terlihat ketika dark chocolate dikonsumsi bersama kacang almond. Saat almond dihilangkan dari pola konsumsi tersebut, manfaat dark chocolate terhadap kesehatan jantung tidak lagi terlihat signifikan.
Peneliti menduga hal itu berkaitan dengan jumlah flavonoid yang dikonsumsi. Dosis flavonoid yang digunakan dalam penelitian umumnya jauh lebih tinggi dibandingkan jumlah yang bisa diperoleh seseorang dari konsumsi dark chocolate sehari-hari.
Tetap Konsumsi dengan Bijak
Dark chocolate memang dapat menjadi pilihan camilan yang lebih baik dibandingkan cokelat dengan kandungan gula tinggi. Namun, bukan berarti makanan ini boleh dikonsumsi tanpa batas.
Sebagian produk dark chocolate tetap mengandung kalori, gula, dan lemak yang cukup tinggi. Karena itu, konsumsinya tetap perlu dibatasi agar tidak menimbulkan dampak sebaliknya bagi kesehatan.
Gaya Hidup Sehat Tetap Menjadi Kunci
Menjaga kesehatan jantung tidak cukup hanya mengandalkan satu jenis makanan. Pola makan yang seimbang, rutin berolahraga, tidur yang cukup, mengelola stres, serta menghindari kebiasaan merokok tetap menjadi langkah utama untuk menurunkan risiko penyakit jantung.
Jika ingin menikmati manfaat cokelat, pilihlah dark chocolate dengan kadar kakao tinggi dan konsumsi dalam porsi yang wajar sebagai bagian dari pola hidup sehat secara keseluruhan.
Editor : Gistin Illiyin
Sumber : CNNIndonesia
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















