Benarkah Cokelat Mengandung Kafein? Ini Penjelasan dan Fakta yang Perlu Diketahui

Cokelat
Ilustrasi Cokelat. (Foto: iStock)

BOGORTODAY.COM Cokelat menjadi salah satu camilan favorit banyak orang karena rasanya yang manis dan mudah dinikmati kapan saja, termasuk pada malam hari. Namun, tidak sedikit yang belum mengetahui bahwa cokelat ternyata mengandung kafein, meski jumlahnya tidak sebanyak kopi.

Kafein pada cokelat berasal dari biji kakao, bahan utama dalam proses pembuatannya. Selain kafein, biji kakao juga mengandung teobromin, yaitu senyawa alami yang memiliki efek merangsang sistem saraf, meskipun lebih ringan dibandingkan kafein.

Mengapa Cokelat Bisa Membuat Tubuh Lebih Segar?

Perpaduan kafein dan teobromin dipercaya menjadi alasan mengapa sebagian orang merasa lebih berenergi setelah mengonsumsi cokelat. Kedua zat tersebut dapat memberikan efek stimulasi ringan yang membantu meningkatkan kewaspadaan dan mengurangi rasa lelah.

Meski demikian, efeknya umumnya tidak sekuat secangkir kopi karena kandungan kafein pada cokelat jauh lebih rendah.

Kandungan Kafein Berbeda pada Setiap Jenis Cokelat

BACA JUGA :  Benarkah IQ Menurun Seiring Bertambahnya Usia? Ini Penjelasan Para Ahli

Tidak semua jenis cokelat memiliki kadar kafein yang sama. Besarnya kandungan kafein dipengaruhi oleh jumlah padatan kakao (cocoa solids) yang digunakan dalam produk tersebut.

Semakin tinggi persentase kakao, semakin besar pula kandungan kafeinnya. Itulah sebabnya dark chocolate memiliki kadar kafein lebih tinggi dibandingkan milk chocolate.

Sementara itu, cokelat putih hampir tidak mengandung kafein karena dibuat menggunakan lemak kakao (cocoa butter) tanpa tambahan padatan kakao yang menjadi sumber utama senyawa tersebut.

Berapa Banyak Kafein dalam Cokelat?

Berdasarkan data gizi, sekitar 28 gram dark chocolate mengandung sekitar 12 hingga 24 miligram kafein. Adapun milk chocolate dalam porsi sekitar 43 gram mengandung kurang lebih 9 miligram kafein.

Sebagai perbandingan, satu cangkir kopi seduh rata-rata mengandung sekitar 80 hingga 100 miligram kafein. Dengan demikian, kandungan kafein pada cokelat tergolong jauh lebih rendah dibandingkan minuman kopi.

BACA JUGA :  Resep Tahu Bakso Semarang Renyah di Luar, Lembut di Dalam, Cocok Jadi Stok Camilan

Perlukah Menghindari Cokelat pada Malam Hari?

Bagi sebagian besar orang, mengonsumsi cokelat dalam jumlah wajar tidak akan menimbulkan masalah. Namun, mereka yang memiliki sensitivitas tinggi terhadap kafein mungkin akan merasakan efek seperti sulit tidur atau tubuh terasa lebih terjaga, terutama jika mengonsumsi dark chocolate dalam jumlah banyak menjelang waktu istirahat.

Karena itu, jika Anda sering mengalami gangguan tidur setelah mengonsumsi makanan atau minuman berkafein, sebaiknya perhatikan jenis cokelat yang dipilih serta porsinya. Mengurangi konsumsi cokelat berkadar kakao tinggi pada malam hari dapat menjadi salah satu cara untuk membantu menjaga kualitas tidur.

Meski mengandung kafein, cokelat tetap dapat menjadi camilan yang nikmat apabila dikonsumsi secara bijak dan tidak berlebihan. Memahami kandungan setiap jenis cokelat akan membantu Anda menyesuaikannya dengan kebutuhan dan kondisi tubuh.

Bagi Halaman

Editor : Gistin Illiyin

Sumber : CNNIndonesia

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================