Jangan Anggap Sepele! Ini 7 Bahaya Duduk Terlalu Lama bagi Kesehatan

BOGORTODAY.COM – Di era modern, banyak orang menghabiskan sebagian besar waktunya dengan duduk, baik saat bekerja di depan komputer, belajar, maupun menikmati hiburan. Meski terlihat sebagai aktivitas yang ringan, kebiasaan duduk dalam waktu lama ternyata dapat memberikan dampak serius bagi kesehatan jika dilakukan terus-menerus tanpa diselingi aktivitas fisik.

Para ahli bahkan menyebut kebiasaan duduk terlalu lama sebagai the new smoking karena dinilai memiliki risiko kesehatan yang besar. Gaya hidup minim gerak atau sedentary lifestyle diketahui dapat meningkatkan peluang munculnya berbagai penyakit kronis.

Berikut sejumlah dampak kesehatan yang dapat terjadi akibat terlalu lama duduk.

  1. Meningkatkan Risiko Kematian Akibat Kanker

Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa duduk dalam waktu lama berkaitan dengan meningkatnya risiko kematian akibat kanker. Sebuah studi yang melibatkan lebih dari 900 ribu peserta menemukan bahwa kebiasaan duduk lebih dari 30 menit tanpa jeda dapat meningkatkan risiko tersebut, dan risikonya bertambah seiring lamanya waktu yang dihabiskan untuk duduk.

Kabar baiknya, risiko itu dapat ditekan dengan cara sederhana, yaitu berdiri atau berjalan ringan setiap sekitar 30 menit. Aktivitas singkat tersebut membantu tubuh tetap aktif dan mengurangi dampak buruk akibat terlalu lama berada dalam posisi duduk.

  1. Memicu Obesitas

Saat tubuh bergerak, otot membantu proses pembakaran lemak dan pengolahan gula dalam darah. Sebaliknya, ketika seseorang terlalu lama duduk, proses metabolisme menjadi kurang optimal sehingga kalori yang masuk lebih mudah disimpan sebagai lemak.

BACA JUGA :  Hadapi Tantangan Fiskal 2026, Sekda Kabupaten Bogor Ajak ASN Perkuat Sense of Crisis

Akumulasi lemak inilah yang dalam jangka panjang dapat meningkatkan risiko kelebihan berat badan hingga obesitas. Para ahli menyarankan aktivitas fisik intensitas sedang selama sekitar 60 hingga 75 menit setiap hari untuk membantu mengimbangi dampak duduk berlebihan.

  1. Menyebabkan Nyeri Punggung dan Gangguan Postur

Duduk terlalu lama, terutama dengan posisi tubuh yang kurang baik, dapat memberikan tekanan berlebih pada tulang belakang. Kondisi ini membuat otot pinggul menjadi kaku, sementara otot penyangga punggung bekerja kurang optimal.

Akibatnya, seseorang lebih rentan mengalami nyeri punggung, pegal pada leher, gangguan persendian pinggul, hingga masalah pada cakram tulang belakang apabila kebiasaan tersebut berlangsung dalam jangka panjang.

  1. Meningkatkan Risiko Kecemasan dan Depresi

Kurangnya aktivitas fisik juga berpengaruh terhadap kesehatan mental. Beberapa penelitian menemukan bahwa orang yang lebih banyak menghabiskan waktu dengan duduk memiliki risiko lebih tinggi mengalami kecemasan maupun depresi.

Minimnya gerakan dapat menurunkan energi dan motivasi, sehingga membentuk lingkaran yang membuat seseorang semakin pasif. Kondisi tersebut pada akhirnya dapat memperburuk kesehatan psikologis.

  1. Berdampak Buruk pada Kesehatan Jantung

Meski rutin berolahraga, duduk terlalu lama tetap dapat meningkatkan risiko penyakit jantung. Penelitian menunjukkan bahwa orang yang menghabiskan lebih dari 10 jam sehari dalam kondisi minim aktivitas memiliki kemungkinan lebih tinggi mengalami gagal jantung maupun gangguan kardiovaskular lainnya.

Karena itu, olahraga saja belum cukup apabila aktivitas harian masih didominasi oleh kebiasaan duduk tanpa jeda.

  1. Meningkatkan Risiko Diabetes
BACA JUGA :  Suhu Permukaan Laut Dunia Pecahkan Rekor Baru, Ilmuwan Khawatir El Niño Perparah Krisis Iklim

Kurangnya aktivitas fisik juga berkaitan dengan meningkatnya risiko diabetes tipe 2. Para peneliti menilai kondisi tersebut berhubungan dengan terganggunya metabolisme gula dan lemak ketika tubuh terlalu lama berada dalam posisi diam.

Gangguan metabolisme tersebut dapat menyebabkan tubuh menjadi kurang efektif mengatur kadar gula darah sehingga meningkatkan risiko terjadinya diabetes.

  1. Memicu Gangguan pada Pembuluh Darah

Duduk terlalu lama membuat aliran darah di tungkai menjadi lebih lambat. Akibatnya, darah dapat menumpuk di pembuluh vena dan memicu munculnya varises.

Dalam kondisi yang lebih serius, kebiasaan ini juga meningkatkan risiko terjadinya trombosis vena dalam (deep vein thrombosis atau DVT), yaitu terbentuknya gumpalan darah di pembuluh vena kaki. Jika gumpalan tersebut berpindah ke paru-paru, kondisi ini dapat menyebabkan emboli paru yang berpotensi mengancam jiwa.

Cara Mengurangi Dampak Duduk Terlalu Lama

Tidak semua orang dapat menghindari pekerjaan yang mengharuskan duduk berjam-jam. Namun, risiko kesehatannya dapat dikurangi dengan menerapkan beberapa kebiasaan sederhana, seperti:

  • Berdiri atau berjalan ringan setiap 30 menit.
  • Melakukan peregangan saat bekerja.
  • Menggunakan tangga dibandingkan lift jika memungkinkan.
  • Menambah aktivitas fisik minimal 30–60 menit setiap hari.
  • Memperhatikan posisi duduk agar tetap ergonomis.

Dengan membiasakan tubuh untuk lebih sering bergerak, berbagai risiko kesehatan akibat duduk terlalu lama dapat diminimalkan. Langkah sederhana seperti berdiri, berjalan sebentar, atau melakukan peregangan secara rutin dapat memberikan manfaat besar bagi kesehatan tubuh dalam jangka panjang.

Bagi Halaman

Editor : Gistin Illiyin

Sumber : CNNIndonesia

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================