
Direktur Penataan Spektrum Frekuensi Radio, Orbit Satelit, dan Standardisasi Infrastruktur Digital Komdigi, Adis Alifiawan, menjelaskan bahwa kapasitas spektrum seluler nasional diperkirakan mencapai sekitar 712 MHz setelah proses lelang pita frekuensi 700 MHz dan 2,6 GHz.
Namun, kapasitas tersebut dinilai belum mencukupi untuk mendukung kebutuhan layanan 6G di masa mendatang.
Karena itu, pemerintah perlu membuka pita frekuensi baru yang dirancang khusus untuk teknologi generasi berikutnya.
Setiap Operator Membutuhkan Spektrum Lebih Besar
Berdasarkan proyeksi Komdigi, setiap operator telekomunikasi diperkirakan memerlukan sekitar 200 MHz spektrum agar layanan 6G dapat beroperasi secara optimal.
Sementara itu, pita frekuensi terbesar yang saat ini tersedia melalui mekanisme lelang hanya mencapai sekitar 190 MHz, sehingga masih terdapat kekurangan kapasitas.
Kondisi tersebut menjadi salah satu alasan mengapa pemerintah mulai mengkaji alokasi spektrum baru sebelum implementasi 6G dilakukan.
Pita 6 GHz Masuk Dalam Kajian
Salah satu opsi yang tengah dipertimbangkan adalah pemanfaatan pita frekuensi 6 GHz, khususnya kategori mid-band, yang dinilai mampu memberikan keseimbangan antara jangkauan sinyal dan kapasitas jaringan.
Selain itu, pemerintah juga masih mempelajari kemungkinan penggunaan pita frekuensi kategori upper band sebagai bagian dari pembahasan internasional menjelang World Radiocommunication Conference (WRC) 2027.
Hasil konferensi tersebut diperkirakan akan menjadi salah satu acuan penting dalam penetapan standar spektrum untuk jaringan 6G di berbagai negara.
Peluang Besar bagi Transformasi Digital
Teknologi 6G diproyeksikan menghadirkan kecepatan transfer data yang jauh lebih tinggi, latensi yang semakin rendah, serta kemampuan mendukung miliaran perangkat yang saling terhubung.
Kemajuan tersebut diperkirakan akan mempercepat transformasi digital di berbagai sektor, mulai dari industri manufaktur, transportasi cerdas, layanan kesehatan, pendidikan, hingga pengembangan kecerdasan buatan (AI) dan Internet of Things (IoT).
Agar dapat memanfaatkan peluang tersebut secara maksimal, Indonesia perlu menyiapkan regulasi, infrastruktur, dan spektrum frekuensi sejak dini sehingga mampu bersaing di tengah perkembangan teknologi telekomunikasi global.
Meski jaringan 5G di Indonesia masih terus berkembang, persiapan menuju era 6G sudah mulai menjadi perhatian pemerintah dan pelaku industri telekomunikasi. Tantangan terbesar saat ini terletak pada ketersediaan spektrum frekuensi yang memadai serta penyusunan strategi implementasi yang matang.
Dengan perencanaan yang tepat dan dukungan berbagai pihak, Indonesia memiliki peluang untuk memanfaatkan teknologi 6G sebagai pendorong transformasi digital sekaligus meningkatkan daya saing nasional di masa depan.
Editor : Gistin Illiyin
Sumber : CNNIndonesia
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================














