Jadwal Puasa Ayyamul Bidh Juli 2026 Lengkap dengan Niat, Keutamaan, dan Penjelasannya

Puasa
Jadwal Puasa Ayyamul Bidh Juli 2026 Lengkap dengan Niat, Keutamaan, dan Penjelasannya. (Foto: iStock)

BOGORTODAY.COM Puasa Ayyamul Bidh merupakan salah satu ibadah sunnah yang dianjurkan bagi umat Islam. Amalan ini dilaksanakan selama tiga hari pada pertengahan setiap bulan dalam kalender Hijriah, tepatnya pada tanggal 13, 14, dan 15.

Anjuran menjalankan puasa Ayyamul Bidh didasarkan pada hadits Rasulullah SAW yang diriwayatkan oleh Qatadah bin Milhan RA:

“Rasulullah SAW memerintahkan kami berpuasa pada hari-hari Ayyamul Bidh, yaitu tanggal 13, 14, dan 15.” (HR Abu Dawud)

Ibadah sunnah ini memiliki banyak keutamaan sehingga menjadi salah satu amalan yang rutin dikerjakan oleh Rasulullah SAW.

Mengapa Disebut Puasa Ayyamul Bidh?

Istilah Ayyamul Bidh berarti “hari-hari putih”. Penamaan tersebut merujuk pada malam-malam ketika bulan purnama memancarkan cahaya yang terang, sehingga langit tampak lebih bercahaya dibandingkan hari-hari lainnya dalam satu bulan Hijriah.

Karena bertepatan dengan fase bulan purnama, puasa ini dikenal sebagai puasa yang dilaksanakan pada hari-hari putih.

Jadwal Puasa Ayyamul Bidh Juli 2026

Perbedaan penetapan awal bulan Muharram 1448 Hijriah menyebabkan jadwal puasa Ayyamul Bidh versi pemerintah, Muhammadiyah, dan Nahdlatul Ulama (NU) tidak sama.

Jadwal Versi Pemerintah dan Muhammadiyah

Pemerintah bersama PP Muhammadiyah menetapkan 1 Muharram 1448 Hijriah jatuh pada Selasa, 16 Juni 2026. Dengan demikian, jadwal puasa Ayyamul Bidh bulan Safar adalah:

  • Senin, 27 Juli 2026 (13 Safar 1448 H)
  • Selasa, 28 Juli 2026 (14 Safar 1448 H)
  • Rabu, 29 Juli 2026 (15 Safar 1448 H)
BACA JUGA :  Rudy Susmanto Gaungkan "Keroyok Bareng Bebersih", Kabupaten Bogor Berbenah Jadi Beranda Terdepan Indonesia

Jadwal Versi Nahdlatul Ulama (NU)

Sementara itu, Nahdlatul Ulama menetapkan awal Muharram 1448 Hijriah pada Rabu, 17 Juni 2026. Berdasarkan penetapan tersebut, jadwal puasa Ayyamul Bidh menjadi:

  • Selasa, 28 Juli 2026 (13 Safar 1448 H)
  • Rabu, 29 Juli 2026 (14 Safar 1448 H)
  • Kamis, 30 Juli 2026 (15 Safar 1448 H)

Bacaan Niat Puasa Ayyamul Bidh

Berikut niat puasa Ayyamul Bidh yang dapat dibaca sebelum menjalankan ibadah puasa:

Arab

نَوَيْتُ صَوْمَ أَيَّامِ الْبِيْضِ لِلّٰهِ تَعَالَى

Latin

Nawaitu shauma ayyâmil bîdl lillâhi ta’âlâ.

Artinya

“Saya niat berpuasa Ayyamul Bidh karena Allah Ta’ala.”

Apakah Harus Berpuasa Selama Tiga Hari?

Puasa Ayyamul Bidh memang dianjurkan dilaksanakan selama tiga hari berturut-turut sesuai tuntunan Rasulullah SAW.

Namun, para ulama menjelaskan bahwa seseorang tetap diperbolehkan berpuasa hanya satu atau dua hari apabila memiliki uzur atau tidak mampu menyempurnakan tiga hari.

Pendapat Syaikh Abdul Aziz bin Baz menyebutkan bahwa puasa satu atau dua hari tetap diperbolehkan. Meski demikian, mengerjakan puasa selama tiga hari penuh tetap menjadi pilihan yang paling utama karena sesuai dengan sunnah Nabi Muhammad SAW.

Keutamaan Puasa Ayyamul Bidh

Puasa Ayyamul Bidh memiliki sejumlah keistimewaan yang membuatnya dianjurkan untuk diamalkan secara rutin.

  1. Pahalanya Seperti Berpuasa Sepanjang Tahun

Dalam sejumlah hadits dijelaskan bahwa berpuasa tiga hari setiap bulan memiliki pahala yang sebanding dengan berpuasa sepanjang tahun. Hal ini karena setiap amal kebaikan akan dilipatgandakan oleh Allah SWT.

  1. Menjadi Wasiat Rasulullah SAW
BACA JUGA :  Picu Kemacetan Kota Bogor, Dedie Rachim Minta Pemprov Jabar Batasi Usia Teknis Angkot AKDP

Puasa Ayyamul Bidh termasuk amalan yang diwasiatkan Rasulullah SAW kepada para sahabatnya. Hal ini menunjukkan besarnya keutamaan ibadah sunnah tersebut.

  1. Meneladani Kebiasaan Nabi Muhammad SAW

Rasulullah SAW dikenal sebagai sosok yang rutin melaksanakan puasa sunnah pada pertengahan setiap bulan Hijriah. Dengan mengamalkannya, seorang muslim turut meneladani kebiasaan beliau.

  1. Memberikan Manfaat bagi Kesehatan

Selain bernilai ibadah, puasa juga diyakini memberikan manfaat bagi kesehatan tubuh. Beristirahatnya sistem pencernaan dalam waktu tertentu dapat membantu menjaga fungsi organ tubuh agar tetap bekerja secara optimal, tentu dengan tetap memperhatikan pola makan yang sehat saat berbuka dan sahur.

Puasa Ayyamul Bidh merupakan ibadah sunnah yang dilaksanakan pada tanggal 13, 14, dan 15 setiap bulan Hijriah. Meski terdapat perbedaan jadwal akibat penetapan awal bulan Hijriah, umat Islam dapat menyesuaikannya dengan pedoman yang diikuti.

Dengan menjalankan puasa Ayyamul Bidh secara rutin, seorang muslim tidak hanya menghidupkan sunnah Rasulullah SAW, tetapi juga berpeluang memperoleh pahala besar sekaligus menjaga kesehatan tubuh. Bagi yang belum mampu melaksanakan selama tiga hari penuh, para ulama membolehkan berpuasa satu atau dua hari, meski yang paling utama tetap menyempurnakannya selama tiga hari berturut-turut.

Bagi Halaman

Editor : Gistin Illiyin

Sumber : Detik.com

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================