
”Pendekatan kita ke anak muda adalah bagaimana mereka bisa menjadi jembatan dakwah. Makanya, kami menghadirkan Ustadz Koh Dennis Lim dalam sesi Tabligh Akbar bertema ‘Mau Sampai Kapan Aku Begini?’. Penyampaian beliau sangat rasional dan mudah diterima anak muda melalui gaya bahasa yang santai namun mendalam. Kehadiran beliau di Masjid Alumni IPB ini juga ibarat momen mudik atau balik kampung,” jelas Rizal.
Rizal menambahkan, sebagai pionir gerakan kolaborasi tiga badan otonom, panitia juga menangkap peluang pertumbuhan ekonomi tinggi di Kota Bogor dengan mempersiapkan sumber daya pemuda di sektor kuliner.
Ke depan, pihak panitia merencanakan gelaran Festival Kuliner Muslim selama minimal lima hari di Lapangan Botani atau Kampus IPB Baranangsiang. Langkah ini ditujukan untuk memfasilitasi pelaku UMKM serta memberikan pelatihan sertifikasi halal dan sertifikat penjamah makanan bagi pemuda yang siap kerja di bidang food and beverage (F&B).
Di sisi lain, Ketua DKM Masjid Alumni IPB, Iman Hilman, memaparkan bahwa esensi dari semarak bulan Muharam sebagai salah satu bulan yang dimuliakan (asyhurul hurum) juga diwujudkan melalui aksi kepedulian sosial berupa santunan anak yatim. DKM Masjid Alumni IPB berkomitmen agar gerakan menyayangi anak yatim ini tidak hanya menjadi rutinitas musiman atau sekadar “Lebaran Yatim”, melainkan konsisten dilakukan di luar bulan Muharam.
”Kami ingin melibatkan penuh kepanitiaan dari kalangan remaja masjid. Konsepnya dari mereka untuk mereka, sehingga bahasanya lebih nyambung dan tepat sasaran. Terlebih, Masjid Alumni IPB berada di lokasi yang sangat strategis di pusat bisnis Kota Bogor. Kita ingin masyarakat di tengah kesibukan usahanya bisa merenung, berzikir, dan beribadah di sini, sehingga ke depan mereka dapat berbisnis sesuai syariat Islam, jujur, dan tidak korup,” tegas Iman.
Iman juga berpesan kepada generasi muda dan Gen Z agar tidak ragu mendatangi DKM Masjid Alumni IPB untuk berdiskusi, berbagi ide, serta merancang metode pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan zaman.
Menurutnya, estafet kepemimpinan dan syiar Islam harus dipersiapkan sejak sekarang agar generasi penerus siap memimpin masa depan bangsa dengan fondasi keimanan yang kokoh dan ukhuwah Islamiyah yang erat.
Wartawan : Aditya Nugraha
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















