
Sebaliknya, keluarga kelas pekerja sering kali lebih bergantung pada guru sekolah, kerabat, atau tokoh yang memberikan panduan pendidikan.
Kehadiran AI memberikan alternatif baru karena informasi mengenai jurusan dan universitas dapat diakses dengan biaya yang jauh lebih rendah.
Konsultan Pendidikan Masih Dibutuhkan
Meski AI semakin populer, sejumlah konsultan pendidikan menilai layanan mereka belum sepenuhnya tergantikan.
Wu Rui, seorang konsultan pendidikan asal Guangzhou, mengatakan AI memang membuat layanan konsultasi dasar semakin mudah diakses. Namun, banyak keluarga tetap membutuhkan bantuan manusia untuk memahami dan mengevaluasi hasil rekomendasi AI.
Akibat meningkatnya penggunaan chatbot, Wu bahkan menyesuaikan harga layanan konsultasinya. Tarif paket standar yang sebelumnya sekitar 5.000 yuan diturunkan menjadi 2.999 yuan pada musim penerimaan tahun ini.
Menurutnya, permintaan terhadap konsultan tetap ada karena sebagian orang tua membutuhkan penjelasan yang lebih mendalam mengenai pilihan jurusan, peluang kerja, dan kondisi anak secara personal.
Kemampuan Menggunakan AI Juga Menjadi Faktor Penting
Meski terlihat mudah digunakan, hasil dari konsultasi AI sangat bergantung pada cara pengguna memberikan instruksi.
Wu menjelaskan bahwa orang yang mampu membuat pertanyaan atau perintah lebih rinci kepada AI biasanya memperoleh jawaban yang lebih relevan dibandingkan pengguna yang hanya memasukkan nilai ujian.
Pengalaman tersebut juga dirasakan Zhang. Pada awal penggunaan, ia hanya memberikan informasi dasar seperti nilai ujian, daerah asal, dan tujuan kuliah putranya. Namun, hasil rekomendasi yang diberikan AI masih terlalu umum.
Setelah mempelajari cara menggunakan AI melalui media sosial, Zhang mulai memberikan informasi yang lebih lengkap, seperti kondisi ekonomi keluarga, rencana karier anak, hingga minat terhadap profesi tertentu.
Ia juga tetap melakukan verifikasi dengan bertanya kepada guru dan anggota keluarga sebelum mengambil keputusan.
Menurut Zhang, menggunakan AI tidak cukup hanya dengan memasukkan data sederhana. Pengguna tetap perlu memahami kondisi pendidikan dan dunia kerja agar dapat mengajukan pertanyaan yang tepat.
AI Menjadi Alat Bantu, Bukan Pengganti Keputusan Orang Tua
Pemanfaatan AI dalam memilih pendidikan menunjukkan perubahan besar dalam cara keluarga mencari informasi. Teknologi ini memberikan kesempatan lebih luas bagi banyak orang untuk mendapatkan panduan yang sebelumnya hanya tersedia bagi kelompok tertentu.
Namun, keputusan akhir tetap membutuhkan pertimbangan manusia. Faktor seperti minat anak, kemampuan akademik, kondisi keluarga, dan rencana masa depan tetap menjadi bagian penting yang tidak bisa sepenuhnya digantikan oleh teknologi.
Editor : Gistin Illiyin
Sumber : CNNIndonesia
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















