
Agustinus menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkolaborasi dalam operasi tersebut. Menurutnya, keberhasilan patroli merupakan hasil koordinasi, komunikasi, dan kerja sama yang solid antara aparat keamanan, pemerintah, pengelola kawasan konservasi, serta masyarakat.
“Kami menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh aparat, baik dari pemerintah, pengelola kawasan konservasi, maupun masyarakat yang telah bekerja sama. Keberhasilan ini merupakan hasil koordinasi, komunikasi, dan semangat kolaborasi yang kuat di lapangan,” ungkapnya.
Ia menegaskan, penanganan persoalan pertambangan tanpa izin tidak cukup hanya mengandalkan penegakan hukum. Upaya tersebut harus dibarengi dengan pembangunan ekonomi masyarakat, edukasi, dan kemitraan yang berkelanjutan dengan seluruh pemangku kepentingan.
“Kami meyakini bahwa penyelesaian PETI memerlukan sinergi yang berkesinambungan, tidak hanya melalui penegakan hukum di lapangan, tetapi juga melalui pembangunan ekonomi masyarakat, edukasi, dan kemitraan dengan seluruh pemangku kepentingan,” jelasnya.
Di akhir keterangannya, Agustinus mengajak seluruh elemen masyarakat untuk turut menjaga kawasan Pongkor sebagai aset bersama yang memiliki nilai penting bagi keselamatan, kelestarian lingkungan, serta keberlanjutan bagi generasi mendatang.
“Kami mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga kawasan ini sebagai aset bersama demi keselamatan, kelestarian lingkungan, dan keberlanjutan bagi generasi yang akan datang,” tandasnya.
Editor : Ilham Ariyansyah
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================













