
Kondisi ini terjadi akibat penumpukan cairan di dalam tubuh dan sering disertai kenaikan berat badan dalam waktu singkat.
- Jantung Membesar
Tekanan darah tinggi yang tidak terkontrol membuat otot jantung terus bekerja ekstra. Lama-kelamaan, dinding bilik kiri jantung dapat menebal atau membesar.
Pada tahap awal kondisi ini sering tidak menimbulkan gejala, tetapi jika dibiarkan dapat menurunkan fungsi jantung dan meningkatkan risiko komplikasi serius.
Siapa yang Paling Berisiko?
Risiko kerusakan jantung akibat hipertensi lebih besar pada orang yang tekanan darahnya tidak terkontrol.
Selain itu, beberapa faktor lain juga dapat memperburuk kondisi, seperti:
- Merokok
- Diabetes
- Kolesterol tinggi
- Obesitas
- Jarang berolahraga
- Memiliki riwayat penyakit jantung dalam keluarga
Cara Mencegah Komplikasi
Kerusakan jantung akibat hipertensi sebenarnya bisa dicegah dengan menjaga tekanan darah tetap stabil dan menerapkan pola hidup sehat. Beberapa langkah yang dianjurkan antara lain:
- Rutin memeriksa tekanan darah.
- Minum obat sesuai anjuran dokter.
- Mengurangi konsumsi garam dan makanan tinggi lemak jenuh.
- Memperbanyak buah, sayur, dan makanan berserat.
- Berolahraga minimal 150 menit setiap minggu.
- Menjaga berat badan tetap ideal.
- Berhenti merokok dan membatasi konsumsi alkohol.
- Mengelola stres serta tidur yang cukup.
Jika Anda mengalami gejala seperti sesak napas, nyeri dada, jantung berdebar, atau kaki bengkak, terutama disertai tekanan darah tinggi yang sulit dikendalikan, segera periksakan diri ke dokter. Penanganan sejak dini dapat membantu mencegah kerusakan jantung yang lebih parah.
Editor : Gistin Illiyin
Sumber : CNNIndonesia
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















