BOGORTODAY.COM – Film horor semakin diminati oleh generasi muda, khususnya Generasi Z. Bukan sekadar mencari sensasi atau ketegangan, banyak anak muda justru merasa genre ini mampu menggambarkan realitas hidup yang mereka alami sehari-hari.
Popularitas film seperti Obsession dan Backrooms menjadi bukti bahwa horor kini berkembang menjadi lebih dari sekadar cerita tentang hantu atau adegan mengerikan. Genre ini mulai mengangkat isu sosial, tekanan mental, hingga kecemasan yang dekat dengan kehidupan generasi masa kini.
Gen Z Menjadi Penonton Horor Terbesar
Berdasarkan laporan Statista, sekitar 91 persen konsumen dari Generasi Z mengaku rutin menonton film maupun serial horor. Angka tersebut menjadikan Gen Z sebagai kelompok usia dengan tingkat konsumsi horor paling tinggi dibandingkan generasi lainnya.
Fenomena ini menunjukkan bahwa horor telah berubah menjadi salah satu genre favorit anak muda, bersaing dengan film komedi dan aksi.
Kehidupan Gen Z Penuh Ketidakpastian
Banyak pengamat menilai ketertarikan Gen Z terhadap film horor tidak muncul begitu saja. Generasi yang lahir antara akhir 1990-an hingga awal 2010-an tumbuh di tengah berbagai krisis global yang membentuk cara pandang mereka terhadap dunia.
Sejak kecil mereka menyaksikan dampak krisis ekonomi global, menghadapi pandemi Covid-19, melihat meningkatnya ancaman perubahan iklim, hingga memasuki dunia kerja ketika perkembangan kecerdasan buatan (AI) mulai memengaruhi peluang karier.
Berbagai pengalaman tersebut membuat ketidakpastian menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari mereka.
Horor Modern Lebih Dekat dengan Kehidupan Nyata
Berbeda dengan film horor klasik yang mengandalkan monster, darah, atau pembunuhan sadis, horor masa kini lebih banyak mengeksplorasi persoalan psikologis dan sosial.
Menurut sejumlah ahli, perubahan tersebut membuat film horor terasa lebih relevan bagi Gen Z karena mengangkat tema seperti trauma, kesepian, tekanan sosial, kesehatan mental, hingga rasa kehilangan arah dalam hidup.
Horor tidak lagi hanya bertujuan menakut-nakuti penonton, tetapi juga menjadi media untuk membahas berbagai persoalan yang sering dihadapi generasi muda.
Obsession dan Backrooms Tawarkan Cerita yang Lebih Dalam
Film Obsession menjadi salah satu contoh bagaimana horor modern menggabungkan unsur supranatural dengan kritik sosial. Di balik kisah mistisnya, film tersebut juga menyinggung fenomena budaya red pill, relasi yang tidak sehat, serta obsesi terhadap cinta.
Sementara itu, Backrooms menghadirkan horor psikologis yang berfokus pada rasa keterasingan, trauma, dan pergulatan batin seorang tokoh utama. Tema-tema tersebut dinilai sangat dekat dengan pengalaman hidup banyak anak muda saat ini.
Pendekatan semacam ini membuat penonton tidak hanya merasa takut, tetapi juga diajak merenungkan berbagai persoalan yang terjadi di kehidupan nyata.
Editor : Gistin Illiyin
Sumber : CNNIndonesia
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================
















