BOGORTODAY.COM – Bulan Safar sering kali dikaitkan dengan berbagai mitos, salah satunya anggapan bahwa bulan ini membawa kesialan. Keyakinan tersebut sebenarnya tidak memiliki landasan dalam syariat Islam.
Rasulullah SAW tidak pernah mengajarkan adanya amalan, doa, ataupun zikir khusus yang hanya dikerjakan pada bulan Safar.
Islam justru mengajarkan umatnya agar tidak mempercayai takhayul maupun anggapan sial terhadap waktu tertentu. Semua bulan dalam kalender Hijriah adalah ciptaan Allah SWT dan memiliki kedudukan yang sama, kecuali yang memang memiliki keutamaan berdasarkan dalil yang sahih.
Mitos Bulan Safar dalam Pandangan Islam
Kepercayaan bahwa bulan Safar membawa nasib buruk telah ada sejak masa jahiliah. Rasulullah SAW kemudian meluruskan keyakinan tersebut melalui sabdanya:
“Tidak ada penyakit menular (yang menular dengan sendirinya), tidak ada thiyarah (anggapan sial), tidak ada kesialan karena burung hamah, dan tidak ada kesialan pada bulan Safar.” (HR. Bukhari)
Hadis tersebut menegaskan bahwa tidak ada kesialan yang melekat pada bulan Safar. Oleh sebab itu, umat Islam tidak dianjurkan menghindari aktivitas tertentu ataupun membuat ritual khusus karena menganggap bulan ini membawa musibah.
Perbanyak Zikir di Bulan Safar
Walaupun tidak ada zikir yang dikhususkan untuk bulan Safar, umat Islam tetap dianjurkan memperbanyak mengingat Allah SWT kapan pun waktunya. Allah SWT berfirman:
وَاذْكُرُوا اللَّهَ كَثِيرًا لَّعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ
Artinya: “Dan berdzikirlah kepada Allah sebanyak-banyaknya agar kamu beruntung.” (QS. Al-Anfal: 45)
Ayat tersebut menjadi pengingat bahwa zikir merupakan ibadah yang dianjurkan setiap saat, termasuk ketika memasuki bulan Safar.
Bacaan Zikir yang Dianjurkan
- Istighfar
اَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيمَ
Latin: Astaghfirullahal ‘adzim
Artinya: “Aku memohon ampun kepada Allah Yang Maha Agung.”
- Tasbih
سُبْحَانَ اللهِ
Latin: Subhanallah (dibaca 33 kali)
Artinya: “Maha Suci Allah.”
- Tahmid
الْحَمْدُ لِلَّهِ
Latin: Alhamdulillah (33 kali)
Artinya: “Segala puji bagi Allah.”
- Takbir
اللهُ أَكْبَرُ
Latin: Allahu Akbar (33 kali)
Artinya: “Allah Maha Besar.”
- Tahlil
لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ
Latin: Laa ilaaha illallah
Artinya: “Tiada Tuhan yang berhak disembah selain Allah.”
- Zikir Tauhid
لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرُ
Latin: Laa ilaaha illallah wahdahu laa syariika lah, lahul mulku wa lahul hamdu wa huwa ‘alaa kulli syai’in qadiir.
Artinya: “Tidak ada sesembahan yang berhak disembah selain Allah semata, tidak ada sekutu bagi-Nya. Milik-Nya segala kerajaan dan segala puji. Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu.”
- Zikir Penghapus Dosa
سُبْحَانَ اللَّهِ وَبِحَمْدِهِ، سُبْحَانَ اللَّهِ الْعَظِيمِ
Latin: Subhanallahi wa bihamdihi, Subhanallahil ‘azhim.
Artinya: “Maha Suci Allah, segala puji bagi-Nya. Maha Suci Allah Yang Maha Agung.”
Doa yang Dianjurkan Dibaca di Bulan Safar
Selain memperbanyak zikir, umat Islam juga dianjurkan memperbanyak doa memohon perlindungan kepada Allah SWT.
- Doa Memohon Perlindungan dari Kesusahan
اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنَ الْهَمِّ وَالْحَزَنِ وَالْعَجْزِ وَالْكَسَلِ وَالْبُخْلِ وَالْجُبْنِ وَغَلَبَةِ الرِّجَالِ
Latin: Allaahumma innii a’uudzu bika minal hammi wal hazani wal ‘ajzi wal kasali wal bukhli wal jubni wa ghalabatir rijaal.
Artinya: “Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari kegelisahan, kesedihan, kelemahan, kemalasan, sifat kikir, sifat pengecut, dan tekanan dari manusia.”
- Doa Memohon Dijauhkan dari Orang Zalim
رَبِّ فَلَا تَجْعَلْنِيْ فِى الْقَوْمِ الظّٰلِمِيْنَ
Latin: Rabbi falā taj’alnī fil-qaumiẓ-ẓālimīn.
Artinya: “Ya Tuhanku, janganlah Engkau jadikan aku termasuk golongan orang-orang yang zalim.”
- Doa Memohon Perlindungan dari Empat Perkara Buruk
اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنَ الْأَرْبَعِ: مِنْ عِلْمٍ لَا يَنْفَعُ، وَمِنْ قَلْبٍ لَا يَخْشَعُ، وَمِنْ نَفْسٍ لَا تَشْبَعُ، وَمِنْ دُعَاءٍ لَا يُسْمَعُ
Latin: Allaahumma innii a’uudzu bika minal arba’i: min ‘ilmin laa yanfa’u, wa min qalbin laa yakhsya’u, wa min nafsin laa tasyba’u, wa min du’aa’in laa yusma’.
Artinya: “Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari ilmu yang tidak bermanfaat, hati yang tidak khusyuk, jiwa yang tidak pernah merasa puas, dan doa yang tidak dikabulkan.”
Bulan Safar bukanlah bulan yang membawa kesialan sebagaimana anggapan sebagian masyarakat. Islam mengajarkan agar umatnya tidak mempercayai mitos yang tidak memiliki dasar syariat. Tidak ada doa maupun zikir yang dikhususkan hanya untuk bulan Safar. Namun, memperbanyak istighfar, zikir, membaca Al-Qur’an, berdoa, serta melakukan amal saleh tetap menjadi amalan yang sangat dianjurkan sepanjang waktu, termasuk saat memasuki bulan Safar. Dengan demikian, seorang Muslim dapat mengisi bulan Safar dengan ibadah dan meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT.
Bagi HalamanEditor : Gistin Illiyin
Sumber : Detik.com
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================
















