Mengapa Perempuan Lebih Rentan Terkena Penyakit Autoimun?

Menurutnya, stres menjadi salah satu faktor yang cukup dominan dalam memunculkan gejala autoimun. Ia menemukan sejumlah pasien yang sebelumnya dalam kondisi sehat, tetapi kemudian mengalami gangguan autoimun setelah menghadapi tekanan akademik maupun beban kehidupan yang berat.

Selain stres, terdapat beberapa faktor yang dapat memperburuk kondisi penderita autoimun.

Pertama adalah kelelahan. Pasien yang kondisi kesehatannya mulai membaik tetap perlu menjaga aktivitas agar tubuh tidak mengalami kelelahan berlebihan yang dapat memicu kekambuhan.

Kedua adalah stres berkepanjangan. Mengelola tekanan mental menjadi bagian penting dalam perawatan karena kondisi psikologis dapat berpengaruh terhadap sistem kekebalan tubuh.

Ketiga adalah paparan sinar matahari berlebihan. Penderita autoimun tidak harus sepenuhnya menghindari matahari, tetapi dianjurkan melakukan perlindungan seperti menggunakan pakaian tertutup, payung, atau tabir surya ketika berada di luar ruangan.

BACA JUGA :  Dorong Percepatan BIRR, Camat Bogor Selatan Kawal Hibah Lahan Seluas 7 Hektare

Gaya Hidup Sehat Membantu Mengendalikan Autoimun

Ketika seseorang telah didiagnosis mengalami autoimun, pengobatan medis perlu diimbangi dengan perubahan gaya hidup. Penanganan tidak hanya berfokus pada obat-obatan, tetapi juga mencakup pengelolaan kondisi fisik dan psikologis.

Prof. Ronny Rachman Noor dari IPB menyarankan penderita autoimun untuk rutin melakukan konsultasi dengan dokter spesialis agar terapi dapat disesuaikan dengan kondisi masing-masing pasien.

Pengobatan yang diberikan dapat berupa obat antiinflamasi, kortikosteroid, imunomodulator, maupun terapi khusus sesuai jenis penyakit autoimun yang dialami.

Selain terapi medis, penerapan pola hidup sehat juga memiliki peran penting. Beberapa langkah yang dapat dilakukan antara lain menjaga pola makan bergizi, menerapkan pola makan antiinflamasi, menghindari rokok, mencukupi waktu tidur, mengelola stres, serta mencatat hal-hal yang dapat memicu munculnya gejala.

BACA JUGA :  Film Baru Alvin and the Chipmunks Siap Hadir pada 2028, Rayakan 70 Tahun Waralaba

Deteksi Dini Jadi Langkah Penting

Tingginya risiko autoimun pada perempuan tidak berarti penyakit ini tidak dapat dikendalikan. Dengan mengenali gejala sejak awal, melakukan pemeriksaan medis, dan menjaga gaya hidup sehat, penderita dapat mengelola kondisi tersebut dengan lebih baik.

Kerentanan perempuan terhadap autoimun merupakan hasil dari perpaduan berbagai faktor, mulai dari hormon, sistem kekebalan tubuh, hingga faktor genetik. Meski penelitian mengenai penyebab pastinya masih terus berkembang, pencegahan dan deteksi dini tetap menjadi langkah penting untuk menjaga kualitas hidup.

Halaman:
« 1 2 » Semua

Editor : Gistin Illiyin

Sumber : CNNIndonesia

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================