
Dewi menambahkan, program konseling edukatif ini akan terus diperluas jangkauannya ke berbagai lembaga pendidikan di Kota Bogor, baik sekolah negeri, swasta, maupun sekolah berbasis Islam.
Menyoroti pentingnya ketahanan keluarga, Dewi menegaskan bahwa rumah merupakan fondasi utama dalam pembentukan karakter dan perilaku anak. Menurutnya, tindakan perundungan (bullying) di lingkungan luar sering kali berakar dari situasi hubungan keluarga di rumah.
“Komunikasi antara ayah dan ibu, serta orang tua dan anak adalah kunci utama. Ketika komunikasi terputus, timbul miskomunikasi yang berpotensi memicu KDRT. Intinya, rumah adalah sekolah utama bagi anak. Kita ingin wujudkan prinsip: ‘Rumah Damai, Bullying Usai'” jelasnya.
Sebagai bagian dari ikatan perempuan pengusaha, Dewi juga menekankan pentingnya keseimbangan antara aktivitas bisnis dan peran dalam rumah tangga. Kesuksesan seorang perempuan, menurutnya, tidak lepas dari dukungan penuh keluarga.
Sementara itu, Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, menegaskan bahwa pemenuhan hak anak merupakan tanggung jawab kolektif yang melibatkan orang tua, guru, masyarakat, hingga pemerintah melalui kebijakan yang ramah anak.
“Cintai anak-anak dari lubuk hati paling dalam. Bimbing, lindungi, dan sejahterakan mereka. Punya anak bukan sekadar urusan pernikahan, tetapi ada tanggung jawab lahir dan batin sampai mereka mandiri,” pesan Dedie Rachim.
Wartawan : Aditya Nugraha
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================














