
Seseorang yang jarang mendapatkan sinar matahari dapat mengalami keluhan seperti nyeri otot, rasa tidak nyaman pada tulang, atau kekakuan sendi, terutama saat pagi hari. Kekurangan vitamin D dalam jangka panjang juga dapat meningkatkan risiko gangguan tulang seperti osteoporosis.
- Mudah lelah dan mengalami gangguan tidur
Paparan cahaya matahari membantu menjaga ritme sirkadian, yaitu sistem alami tubuh yang mengatur siklus tidur dan bangun.
Ketika tubuh kurang mendapatkan cahaya alami, keseimbangan hormon melatonin yang mengatur rasa kantuk dapat terganggu. Akibatnya, seseorang bisa mengalami kesulitan tidur, tidur tidak berkualitas, atau merasa lelah sepanjang hari.
- Daya tahan tubuh menurun
Sinar matahari juga berperan dalam mendukung sistem kekebalan tubuh. Kekurangan vitamin D dapat membuat fungsi imun tidak bekerja secara optimal sehingga tubuh lebih rentan mengalami gangguan kesehatan.
Paparan sinar matahari membantu tubuh mengaktifkan berbagai mekanisme pertahanan alami dalam melawan infeksi.
Luangkan Waktu untuk Berjemur
Untuk membantu memenuhi kebutuhan vitamin D, luangkan waktu terkena paparan sinar matahari secara rutin. Durasi berjemur dapat disesuaikan dengan kondisi kulit, lokasi, serta intensitas matahari.
Secara umum, berjemur sekitar 5–30 menit beberapa kali dalam seminggu dapat menjadi bagian dari kebiasaan sehat. Namun, tetap perhatikan waktu yang tepat dan hindari paparan berlebihan agar kulit tetap terlindungi.
Editor : Gistin Illiyin
Sumber : CNNIndonesia
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================














