
Salah satu contohnya adalah mengulang cerita yang sama berkali-kali. Hal itu dilakukan bukan sekadar untuk bercerita, tetapi karena mereka berharap mendapat perhatian dan tanggapan dari orang tua.
- Menjadi Lebih Pendiam
Sebagian anak menunjukkan rasa kecewa dengan memilih diam dan menarik diri.
Mereka cenderung menyimpan cerita atau masalah pribadi karena merasa tidak ada gunanya berbagi. Jika terus terjadi, anak bisa semakin sulit membangun komunikasi terbuka dengan orang tua.
- Berusaha Mendapatkan Perhatian dengan Perilaku Tertentu
Anak yang merasa tidak diperhatikan terkadang menunjukkan perilaku yang lebih emosional untuk menarik perhatian.
Mereka bisa menjadi lebih mudah menangis, marah, atau mengalami tantrum. Perilaku tersebut dapat menjadi bentuk ekspresi rasa frustrasi karena kebutuhan emosionalnya belum terpenuhi.
Pentingnya Menjadi Pendengar bagi Anak
Orang tua memiliki peran besar dalam menciptakan lingkungan rumah yang nyaman bagi anak. Mendengarkan cerita mereka, memberikan respons yang tepat, serta menghargai perasaan anak dapat membantu membangun hubungan yang lebih kuat.
Anak yang merasa didengar akan lebih mudah terbuka dan percaya kepada orang tua. Karena itu, meluangkan waktu untuk mendengarkan anak menjadi salah satu langkah penting dalam mendukung kesehatan emosional dan tumbuh kembang mereka.
Editor : Gistin Illiyin
Sumber : CNNIndonesia
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















