7 Dampak Fatherless, Saat Ayah Minim Hadir untuk Anak

Fatherless
Ilustrasi Ayah dan Anak. (Foto: iStock)

BOGORTODAY.COM – Kehadiran seorang ayah dalam kehidupan anak tidak hanya berkaitan dengan pemenuhan kebutuhan ekonomi keluarga. Peran ayah juga mencakup keterlibatan emosional, komunikasi, perhatian, serta dukungan dalam proses tumbuh kembang anak.

Ketika hubungan emosional antara ayah dan anak tidak terbangun dengan baik, kondisi tersebut dapat memunculkan fenomena fatherless. Istilah ini menggambarkan keadaan ketika anak tumbuh tanpa mendapatkan peran dan dukungan emosional yang cukup dari sosok ayah.

Fatherless tidak selalu berarti anak kehilangan ayah karena perceraian atau kematian. Dalam banyak kasus, ayah masih berada dalam satu rumah, tetapi jarang berinteraksi, tidak terlibat dalam pengasuhan, atau kurang menunjukkan perhatian terhadap kebutuhan emosional anak.

Sejumlah lembaga pemerintah, termasuk Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) serta Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), turut menyoroti keterlibatan ayah dalam pengasuhan sebagai salah satu tantangan dalam pembangunan keluarga di Indonesia.

BACA JUGA :  Pemkab Bogor Percepat Penanganan 6.500 Rumah Tidak Layak Huni

Berikut beberapa dampak yang dapat terjadi ketika ayah jarang hadir secara emosional dalam kehidupan anak.

  1. Anak kesulitan mengelola emosi

Ayah memiliki peran dalam membantu anak memahami dan mengatur emosinya. Minimnya kedekatan emosional dapat membuat anak lebih sulit menghadapi tekanan, sehingga lebih mudah merasa cemas, marah, atau mengalami stres.

Tanpa dukungan yang cukup, anak mungkin tidak memiliki ruang yang aman untuk belajar menyampaikan perasaan dan mencari solusi saat menghadapi masalah.

  1. Rasa percaya diri dapat menurun
BACA JUGA :  Kenali 5 Tanda Seseorang Mengalami Sulit Fokus dan Dampaknya

Kurangnya apresiasi dan dukungan dari ayah dapat memengaruhi cara anak melihat dirinya sendiri.

Anak yang jarang mendapatkan dorongan positif berpotensi merasa kurang yakin terhadap kemampuannya, takut mencoba sesuatu yang baru, atau ragu ketika harus mengambil keputusan.

  1. Berisiko mengalami masalah perilaku

Ayah juga dapat menjadi salah satu figur yang membantu anak memahami aturan, tanggung jawab, dan batasan perilaku.

Ketika peran tersebut kurang hadir, sebagian anak dapat mengalami kesulitan mengendalikan perilaku, lebih mudah melawan aturan, atau mencari perhatian melalui tindakan negatif.

  1. Kesulitan membangun hubungan sosial

Kedekatan emosional dengan orang tua, termasuk ayah, turut memengaruhi kemampuan anak membangun hubungan dengan orang lain.

Editor : Gistin Illiyin

Sumber : CNNIndonesia

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================