
Anak yang kurang merasakan dukungan dari ayah dapat mengalami kesulitan mempercayai orang lain, cenderung tertutup, atau mencari penerimaan dari lingkungan yang belum tentu memberikan pengaruh positif.
- Memengaruhi pembentukan identitas diri
Ayah menjadi salah satu sosok yang membantu anak memahami nilai, sikap, dan cara berinteraksi dengan lingkungan.
Bagi anak perempuan, ayah dapat menjadi contoh awal mengenai hubungan yang penuh penghargaan dan kasih sayang. Sementara bagi anak laki-laki, ayah dapat menjadi panutan dalam memahami tanggung jawab, kedewasaan, dan cara menghadapi kehidupan.
- Mengurangi rasa aman dalam tumbuh kembang
Kehadiran ayah yang terlibat dapat memberikan rasa aman dan dukungan psikologis bagi anak.
Sebaliknya, minimnya hubungan emosional dapat membuat sebagian anak merasa kurang mendapatkan perlindungan, perhatian, dan tempat untuk bergantung saat menghadapi berbagai tahap perkembangan.
- Lebih mudah mencari pengakuan dari luar
Anak yang tidak mendapatkan cukup perhatian di rumah terkadang berusaha mencari validasi dari lingkungan lain.
Tanpa pendampingan yang baik, kebutuhan untuk diterima tersebut dapat membuat anak lebih mudah terpengaruh oleh pergaulan negatif atau lingkungan yang memberikan pengakuan dengan cara yang tidak sehat.
Peran Ayah Tidak Hanya Soal Kehadiran Fisik
Keterlibatan ayah dalam kehidupan anak menjadi bagian penting dalam membangun keluarga yang sehat. Memberikan waktu, mendengarkan cerita anak, menunjukkan kasih sayang, dan terlibat dalam aktivitas sehari-hari merupakan bentuk kehadiran yang memiliki dampak besar.
Dengan membangun hubungan emosional yang kuat, ayah dapat membantu anak tumbuh menjadi pribadi yang lebih percaya diri, mampu mengelola emosi, dan memiliki rasa aman dalam menghadapi kehidupan.
Editor : Gistin Illiyin
Sumber : CNNIndonesia
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================














