
Frekuensi penyiraman tidak bisa disamaratakan untuk semua jenis tanaman. Ada tanaman yang membutuhkan air setiap hari, sementara jenis lainnya cukup disiram beberapa kali dalam seminggu atau ketika media tanam mulai mengering.
Karena itu, penting memahami kebutuhan masing-masing tanaman agar penyiraman tidak berlebihan maupun terlalu sedikit.
Gunakan Kondisi Tanah Sebagai Patokan
Cara paling mudah mengetahui kapan tanaman perlu disiram adalah dengan memeriksa kelembapan tanah. Jika permukaan tanah terasa kering saat disentuh, itu menjadi tanda tanaman membutuhkan tambahan air.
Sebaliknya, apabila tanah masih lembap, penyiraman dapat ditunda agar akar tidak tergenang air yang berpotensi menyebabkan pembusukan.
Tanaman Muda Memerlukan Air Lebih Banyak
Usia tanaman juga memengaruhi kebutuhan air. Tanaman yang masih berada pada fase pertumbuhan umumnya membutuhkan penyiraman lebih sering dibandingkan tanaman yang sudah dewasa.
Hal ini karena tanaman muda sedang aktif membentuk akar, batang, dan daun sehingga memerlukan pasokan air yang cukup untuk mendukung proses pertumbuhannya.
Sesuaikan Penyiraman dengan Kondisi Cuaca
Saat musim kemarau, tanah cenderung lebih cepat kehilangan kelembapan sehingga tanaman mungkin membutuhkan penyiraman lebih sering. Sebaliknya, ketika hujan masih turun secara rutin, frekuensi penyiraman dapat dikurangi agar media tanam tidak terlalu basah.
Dengan memilih waktu penyiraman yang tepat, memperhatikan kondisi tanah, serta menyesuaikannya dengan jenis dan usia tanaman, tanaman hias maupun tanaman produktif di rumah dapat tetap tumbuh subur dan sehat meski memasuki musim kemarau.
Editor : Gistin Illiyin
Sumber : Detik.com
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















