
BOGOR-TODAY.COM, BOGOR – 22 Kecamatan di Kabupaten Bogor berpotensi pergerakan tanah. Data tersebut dirangkum oleh Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bogor.
Dalam keterangan yang diunggah di akun resmi Instagram @bpbdkabbogor disebutkan bahwa secara umum potensi gerakan tanah bulan September masih sama dengan Agustus, namun dengan intensitas cakupan wilayah yang berkurang. Potensi tinggi berkurang dan potensi menengah bertambah.
“Dari 40 Kecamatan di Kabupaten Bogor, 4 Kecamatan berpotensi menengah, 22 Kecamatan berpotensi menengah – tinggi dan 14 Kecamatan berpotensi Banjir Bandang atau Aliran Bahan Rombakan,” tulis @bpbdkabbogor, Jumat (16/9/2022).
BPBD juga menjelaskan bahwa aliran bahan rombakan atau debris flow merupakan fenomena, dimana percampuran air, lumpur, dan kerikil mengalir dengan kecepatan tinggi terbawa aliran banjir.
Sementara itu, wilayah berpotensi sedang didominasi kawasan Kecamatan Cibinong dan sekitarnya. Untuk wilayah berpotensi tinggi mayoritas berada di kawasan Bogor bagian barat, seperti Kecamatan Sukajaya, Nanggung, Leuwiliang, Pamijahan, Tenjolaya, Cigombong, Cijeruk, serta wilayah Kecamatan Citeureup dan Babakan Madang.
Dengan demikian, BPBD mengimbau kepada seluruh masyarakat Bogor agar selalu melihat peta gerakan tanah yang diupload atau diunggah secara berkala yang linknya terdapat di bio profil instagramnya.
“Bagi wilayah yang terdapat potensi tersebut selalu siaga menghadapi bencana. Siapkan tas siaga bencana agar selalu tanggap dalam menghadapi bencana yang datang secara tiba-tiba,” Imbaunya.
Untuk diketahui, pasca pergerakan tanah yang terjadi di Desa Bojong Koneng, Kecamatan Babakan Madang, pada Rabu (14/9/2022) Pemerintah Kabupaten Bogor menetapkan status tanggap darurat bencana.
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















