REFLEKSI KINERJA DPRD KOTA BOGOR 2022

dprd kota bogor

Jemput Aspirasi Warga, Tuntaskan Program Kerja

BOGOR-TODAY.COM, BOGOR – DPRD Kota Bogor, menggelar refleksi kinerja akhir tahun 2022 di Taman Ekspresi, Kelurahan Sempur, Kecamatan Bogor Tengah, Sabtu (24/12). Kegiatan yang menjadi acara rutin DPRD Kota Bogor ini, kini memiliki konsep untuk lebih mendekatkan lembaga DPRD Kota Bogor kepada masyarakat.

Hal tersebut terlihat dari rangkaian kegiatan yang berisi bazaar UMKM, senam, pameran foto, pekan aspirasi, dan pesta jajanan rakyat yang sudah terselenggara selama sepekan sejak Sabtu (17/12) melalui kegiatan Open House di Kantor DPRD Kota Bogor.

Ketua DPRD Kota Bogor, Atang Trisnanto menilai refleksi kinerja DPRD Kota Bogor sangat penting dilakukan sebagai bentuk sosialisasi sekaligus evaluasi kinerja DPRD Kota Bogor selama satu tahun. Hal ini bisa menjadi bahan evaluasi untuk meningkatkan kinerja DPRD Kota Bogor di tahun berikutnya.

“Refleksi menjadi momentum untuk mensosialisasikan sejauh mana kinerja yang telah dihasilkan oleh DPRD Kota Bogor, sekaligus mendapatkan feed back dari semua pihak sebagai bahan evaluasi untuk meningkatkan kinerja di tahun berikutnya,” ujar Atang.

Sebagai contoh, hasil refleksi di akhir tahun 2021 lalu mencatat perlunya peningkatan fungsi pengawasan dan peran legislasi melalui penyelesaian penyusunan raperda. Pada 2022 ini, semua target di bidang legislasi maupun pengawasan dapat dicapai. Banyak program pembangunan strategis di Kota Bogor dapat tercapai tanpa molor seperti sebelumnya. Hal ini tidak terlepas dari fungsi pengawasan DPRD baik melalui rapat kerja maupun sidak di lapangan.

BACA JUGA :  "Bogor Belum Selesai Ditulis", Karya Sastra untuk Kabupaten Bogor

“Alhamdulillah tahun ini capaian target bisa lebih baik dibanding tahun 2021. Tentu, ada beberapa hal yang kami lihat masih ada kekurangan. Ini akan menjadi evaluasi dan cambuk bagi kami untuk memperbaikinya di tahun 2023”, tegas Atang.

dprd kota bogor

Pendekatan dan keterbukaan DPRD Kota Bogor tidak hanya ditunjukkan pada Refleksi Kinerja DPRD Kota Bogor 2022 saja. Gedung DPRD Kota Bogor dalam 3 tahun terakhir ini lebih terasa keterbukaan dan kedekatannya dengan masyarakat. Ratusan kegiatan masyarakat telah digelar di gedung yang memiliki enam lantai ini. Mulai dari kegiatan organisasi masyarakat, kaderisasi puskesmas, diskusi, kreativitas pelajar, tempat latihan silat bagi anak-anak, tempat latihan marching band, hingga digelarnya vaksinasi massal selama lima bulan di pertengahan 2021 lalu.

“Alhamdulillah, gedung DPRD Kota Bogor selama 3 tahun ini dapat dimanfaatkan secara maksimal oleh masyarakat. Tahun ini selesai revitalisasi bangunan cagar budaya yang dapat digunakan sebagai tempat diskusi, ibadah, maupun pelatihan dan bazaar UMKM. Ada juga fasilitas lapangan olahraga dan taman bermain anak. Semoga, gedung wakil rakyat yang dibangun dengan dana rakyat ini lebih banyak lagi manfaatnya,” kata Atang.

BACA JUGA :  Dugaan Korupsi Pembangunan RSUD Parung, Negara Rugi Rp9,1 Miliar

JEMPUT ASPIRASI WARGA

Sebagai perwakilan warga Kota Bogor, DPRD Kota Bogor terus meningkatkan kinerja dengan mencari penyelesaian atas persoalan warga dengan menjemput aspirasi ke wilayah. Hal itu terlihat dari banyaknya kegiatan yang dilakukan oleh DPRD Kota Bogor dengan melibatkan masyarakat.

Mulai dari jaring aspirasi melalui reses ataupun menghadiri kegiatan masyarakat, penerimaan audiensi, mediasi warga dengan pemerintah, hingga pengawalan aspirasi pembangunan melalui pokok-pokok pikiran DPRD.

Pada pertengahan hingga akhir Desember ini, DPRD Kota Bogor mengawal penuh aspirasi masyarakat yang dituangkan melalui Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) tingkat Kelurahan se Kota Bogor. Nantinya Musrenbang ini akan dilanjutkan pada tingkat Kecamatan hingga tingkat Kota.

Wakil Ketua I DPRD Kota Bogor, Jenal Mutaqin, menilai musrenbang selama ini terkesan hanya sekedar melakukan kompilasi usulan perencanaan tanpa ada evaluasi tahun sebelumnya. Berdasarkan Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) Nomor 86 tahun 2017, didalam Musrenbang tidak hanya membicarakan soal perencanaan dan pengendalian saja. Tetapi ada pula evaluasi yang perlu dilakukan oleh Pemerintah Kota Bogor.

Terlebih saat ada kasus ‘Usulan Legend’, dimana usulan pembangunan dari warga yang selalu muncul selama bertahun-tahun tetapi tidak pernah ditindaklanjuti oleh pihak Pemerintah Kota Bogor. Sehingga, ia meminta agar Pemkot Bogor memprioritaskan kebutuhan warga.

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================