Setiap Tahun hampir 1000 Imigran Gelap Meninggal Saat Mencari Suaka di Spanyol

IMIGRAN_SPANYOL
Dalam sebuah laporan, Caminando Fronteras (Walking Borders) mengatakan, para imigran yang hilang di laut berasal dari 14 negara. (FOTO : Aljazeera)

BOGRO-TODAY.COM – Sedikitnya 951 orang, termasuk 49 anak-anak imigran pencari suaka tewas saat mencoba mencapai Spanyol melalui jalur laut.

Dalam sebuah laporan, Caminando Fronteras (Walking Borders) mengatakan, para imigran yang hilang di laut berasal dari 14 negara.

Ada dari Aljazair, Kamerun, Komoro, Republik Demokratik Kongo, Ethiopia, Guinea, Pantai Gading, Mali, Maroko, Gambia, Senegal, Sri Lanka, Sudan, Suriah, dan Gambia.

Rata-rata, lima orang imigran tewas setiap hari pada awal tahun ini di sepanjang empat rute berbeda yakni, rute Kepulauan Canary, rute Laut Alboran, rute Aljazair, dan rute Selat Gibraltar.

Kelompok tersebut, yang mengumpulkan temuannya dari sumber resmi, komunitas pengungsi dan organisasi penyelamat di lapangan, mengatakan 19 kapal hilang dengan semua orang di dalamnya antara Januari dan Juni.

BACA JUGA :  MMAJ Jakarta 2026 Hadirkan Festival Anime dan Budaya Jepang Berskala Internasional di Gandaria City

Rute akses ke Spanyol melalui Kepulauan Canary menyumbang jumlah kematian tertinggi yang tercatat, hingga 778 orang kehilangan nyawa dalam 28 insiden.

“Sementara di jalur Alboran, dua tragedi yang terekam pada periode ini membuat jumlah korban menjadi 21 orang,” kata laporan itu.

“Sedangkan untuk jalur Aljazair diketahui terjadi delapan tragedi yang mengakibatkan 102 korban jiwa. Terakhir, di Selat Gibraltar, 11 tragedi menewaskan 50 orang,” tambahnya.

Februari dan Juni ditemukan sebagai bulan dengan jumlah korban imigran terbanyak masing-masing 237 dan 332 orang.

BACA JUGA :  Puncak HJB ke-544, Pemkot Bogor Tabur Penghargaan Bagi Masyarakat Kontributif dan Mitra Strategis

Organisasi tersebut mengatakan bahwa angka resmi Spanyol menunjukkan lebih sedikit kapal yang tiba dalam enam bulan pertama, tetapi 13 orang lebih banyak meninggal dibandingkan enam bulan pertama tahun lalu.

Kementerian Dalam Negeri Spanyol mengatakan 12.192 orang tiba dengan perahu dalam enam bulan pertama, empat persen lebih sedikit dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Caminando Fronteras menyalahkan Spanyol dan Maroko karena kurangnya koordinasi dan gagal melakukan operasi pencarian dan penyelamatan tepat waktu.

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================